DaerahInternasionalNasionalOpiniTNI POLRI

Truk Sampah DLH Seruduk Rumah aktivis di Bambankerep: Korban Desak Tanggung Jawab dan Audit Kelaikan Armada TPA

25
×

Truk Sampah DLH Seruduk Rumah aktivis di Bambankerep: Korban Desak Tanggung Jawab dan Audit Kelaikan Armada TPA

Sebarkan artikel ini

SEMARANG, 16 Juni 2026 [SaberPungli.net] Insiden kecelakaan tunggal armada pengangkut sampah di Jalan Untung Suropati, Kampung Bambankerep RT 04 RW 04, Kelurahan Kedungpane, Kecamatan Mijen, Kota Semarang pada Minggu sore (14/6/2026) sempat melumpuhkan arus lalu lintas.

Beruntung, koordinasi cepat antara jurnalis di lapangan dan respons taktis dari pihak kelurahan berhasil mendatangkan alat berat guna mempercepat proses evakuasi yang semula berjalan lambat.

Peristiwa ini melibatkan truk sampah berpelat nomor H 8356 XA yang dikemudikan oleh Miko Ino. Truk yang diduga mengalami rem blong tersebut kehilangan keseimbangan dan menghantam keras benteng pagar milik Musriyanto, S.E., seorang anggota Feradi WPI (Organisasi Advokat dan Paralegal Kota Semarang) sekaligus anggota Yayasan Lembaga Konsumen Akhir Indonesia (YLKAI).

Sinergi Jurnalis dan Gerak Cepat Lurah Urai Kemacetan

Pelaksanaan evakuasi armada bermuatan penuh tersebut awalnya tergolong lama dan memicu penyumbatan parah di kedua ruas jalan. Melihat kondisi kemacetan yang mulai mengular, jurnalis yang berada di lokasi kejadian langsung mengambil inisiatif menghubungi Lurah Bambankerep, Bapak Agung Susilo, agar situasi ini segera mendapatkan penanganan dari dinas terkait

​Mendapat laporan tersebut, Bapak Agung Susilo bergerak cepat melakukan koordinasi langsung dengan pihak UPTD TPA Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Semarang.

Tidak berselang lama, alat berat diterjunkan ke lokasi kejadian untuk mengeksekusi penarikan truk sampahbtersebut.

Langkah taktis ini berhasil mempercepat proses evakuasi sehingga arus lalu lintas di Jalan Untung Suropati dapat berangsur normal kembali

Korban Sayangkan Belum Ada Itikad Baik Terkait Kerusakan Fasilitas

​Meski jalur jalan telah berhasil diurai, pemilik rumah, Musriyanto, S,H.SHI menyayangkan sikap dari pihak pengelola armada.

Hingga Selasa (16/6/2026), dirinya menyatakan belum ada perwakilan dari instansi TPA Jatibarang maupun DLH Kota Semarang yang datang menemui keluarganya untuk menunjukkan tanggung jawab nyata.

Padahal, dampak serudukan truk tersebut tidak hanya merubuhkan pagar, tetapi juga memutus fasilitas vital korban:
1.Krisis Air Bersih: Tower penampungan air bersih milik korban pecah total setelah tertimpa reruntuhan material bata.
2.Pencemaran Selokan: Muatan sampah dari truk tumpah ruah ke dalam selokan warga dan hingga kini masih berserakan belum dibersihkan.
3.Fasilitas Keamanan Rusak: Perangkat kamera pengawas CCTV di area luar rumah hancur total.

Truk Sampah DLH Seruduk Rumah aktivis di Bambankerep: Korban Desak Tanggung Jawab dan Audit Kelaikan Armada TPA

Kami menunggu-nunggu itikad baik dari para pihak, terlebih dari kantor instansi TPA Jatibarang di bawah DLH Kota Semarang. Sejak kejadian Minggu sore sekitar pukul 16.14 WIB sampai hari Selasa ini, belum ada yang datang bersilaturahmi ke rumah,” ungkap Musriyanto. “Harapan kami segera ditindaklanjuti dan dipulihkan semula. Kami sangat dirugikan karena tidak bisa memanfaatkan air bersih, ditambah lagi CCTV rusak.”

​Masyarakat Desak Audit Kelaikan Jalan Armada Sampah

Insiden ini memantik kekhawatiran mendalam bagi warga Bambankerep dan para pengguna jalan.karena hal ink sering terjadi, Masyarakat bersama pihak korban mendesak Pemerintah Kota Semarang untuk segera melakukan tindakan preventif yang tegas.

Masyarakat menuntut agar seluruh armada truk sampah yang melintas menuju TPA Jatibarang wajib dikaji ulang kelaikan jalannya secara berkala (ramp check), termasuk memastikan fungsi pengereman kendaraan berat dalam kondisi optimal demi menjaga keselamatan publik di sepanjang jalur perlintasan.

(M. Usup Litbang Nas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *