SEMARANG [SaberPungli.net] September 2026 mendapatkan momentum istimewa. MTQ Nasional XXXI diselenggarakan di Jawa Tengah pada 11–20 September 2026, dengan Semarang sebagai salah satu pusat utama kegiatan. Pemerintah Kota Semarang mengajak masyarakat menyambutnya sebagai momentum kecintaan kepada Al-Qur’an, mempererat ukhuwah, serta memperkuat nilai keislaman.
Namun, MTQ jangan hanya dipandang sebagai perlombaan tilawah, tahfiz, tafsir, kaligrafi, atau cabang lainnya. MTQ harus menjadi momentum spiritual untuk membaca kembali tanda-tanda kebesaran Allah dan melakukan muhasabah terhadap perjalanan bangsa dan kehidupan masyarakat.
Pada saat yang sama, bangsa Indonesia menghadapi berbagai ujian. Musim kemarau berada pada periode puncaknya, ancaman kebakaran meningkat, dan aktivitas gunung api juga terjadi di berbagai wilayah. Pada 1–7 September 2026, PVMBG mencatat lima gunung api mengalami erupsi. Berbagai kecelakaan, kebakaran, penyakit, kematian, persoalan ekonomi, dan problem sosial juga mengingatkan manusia bahwa kehidupan tidak selalu berjalan sesuai keinginan.
Bagi orang beriman, semua itu hendaknya menjadi ayat kauniyah, tanda-tanda Allah yang terbentang melalui alam dan kehidupan. Sementara Al-Qur’an merupakan ayat qauliyah, firman Allah yang menjadi petunjuk manusia.
Allah berfirman:
“Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda Kami di segenap penjuru dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelas bagi mereka bahwa Dia adalah benar.”
(QS. Fussilat: 53)
Karena itu, MTQ seharusnya menjadi jembatan antara ayat qauliyah dan ayat kauniyah. Kita membaca Al-Qur’an sekaligus membaca kehidupan. Kita melantunkan firman Allah sekaligus merenungkan pesan yang terdapat dalam berbagai peristiwa alam dan sosial.
Ketika gunung mengeluarkan material vulkanik, manusia diingatkan bahwa dirinya lemah. Ketika kemarau panjang terjadi, manusia disadarkan betapa berharganya air. Ketika kebakaran melanda, manusia diingatkan untuk menjaga lingkungan. Ketika kecelakaan dan kematian datang, manusia diingatkan bahwa kehidupan memiliki batas.
Tetapi kita juga tidak boleh gegabah mengatakan bahwa setiap bencana pasti merupakan hukuman Allah. Musibah adalah ruang untuk introspeksi, memperkuat ikhtiar, meningkatkan kewaspadaan, memperbaiki perilaku, sekaligus mendekatkan diri kepada Allah.
Allah berfirman:
“Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah.”
(QS. Az-Zumar: 53)
Inilah pesan penting MTQ bagi warga Semarang. Al-Qur’an harus turun dari panggung perlombaan menuju kehidupan masyarakat. Dari masjid menuju keluarga. Dari pesantren menuju sekolah. Dari mimbar menuju ruang publik. Dari bacaan menuju perbuatan.
Sebab penyelamatan bangsa tidak cukup hanya dengan kecerdasan, teknologi, kekuatan ekonomi, dan kebijakan. Bangsa juga membutuhkan iman, moral, kejujuran, persaudaraan, kepedulian, dan akhlak.
Allah menjanjikan pertolongan bagi orang-orang yang beriman dan bertakwa:
“Jika penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, niscaya Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi.”
(QS. Al-A’raf: 96)
Maka, mari menjadikan MTQ Nasional di Semarang sebagai gerakan kembali kepada Al-Qur’an. Bukan hanya mencari juara, tetapi mencari keberkahan. Bukan hanya memperindah bacaan, tetapi memperindah akhlak. Bukan hanya membangun citra kota, tetapi membangun karakter warganya.
Semarang membutuhkan masyarakat yang membaca Al-Qur’an, memahami Al-Qur’an, mengamalkan Al-Qur’an, mencintai sesama, menjaga alam, menolong yang lemah, dan senantiasa memohon pertolongan Allah.
Inilah hikmah terbesar MTQ: Al-Qur’an menjadi cahaya, iman menjadi kekuatan, akhlak menjadi penyelamat, persaudaraan menjadi perekat, dan pertolongan Allah menjadi harapan dalam menghadapi berbagai ujian bangsa.
Mari dari Semarang kita kumandangkan pesan: membaca ayat Allah, merenungi ayat Allah, mengamalkan ayat Allah, dan bersama-sama memohon pertolongan Allah untuk keselamatan bangsa dan kesejahteraan seluruh warga.
*AM Jumai Ketua Lembaga Dakwah Komunitas Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah/Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Tengah
(M. Usup Litbang Nas_#pur412.)












