DaerahInternasionalNasionalOpiniTNI POLRI

Hari Ketiga, Polisi Pati Bersama Basarnas Cari Nelayan Hilang, Pencarian Terkendala Gelombang Tinggi

17
×

Hari Ketiga, Polisi Pati Bersama Basarnas Cari Nelayan Hilang, Pencarian Terkendala Gelombang Tinggi

Sebarkan artikel ini

Pati [SaberPungli.net] Tim SAR gabungan masih mencari seorang nelayan yang hilang setelah mengalami kecelakaan laut di perairan Pecangaan, Kecamatan Batangan, Kabupaten Pati. Memasuki hari ketiga, korban bernama Haryanto (46), warga Desa Sambiroto, Kecamatan Tayu, belum ditemukan.

Pencarian dilakukan Satpolairud Polresta Pati bersama Basarnas Rembang dan masyarakat nelayan pada Jumat (18/9/2026). Penyisiran dilakukan mulai dari muara Juwana hingga perairan Juwana-Kertomulyo, Kecamatan Trangkil, dan Margotuwu, Kecamatan Tayu.

Kapolresta Pati melalui Kasat Polairud Polresta Pati Kompol Hendrik Irawan mengatakan tim memperluas pencarian berdasarkan analisis arah arus laut. “Pencarian terhadap korban masih terus kami lakukan bersama Basarnas Rembang dan masyarakat nelayan. Penyisiran kami perluas berdasarkan analisis arah arus dan kondisi perairan,” kata Kompol Hendrik.

Kecelakaan laut terjadi pada Rabu (16/9) sekitar pukul 06.00 WIB. Kedua korban saat itu berangkat melaut bersama nelayan lainnya menuju perairan Pecangaan untuk menangkap ikan jenis dero. Saat menebarkan jaring, kaki Moin (60) tersangkut hingga membuatnya terjatuh ke laut.

Haryanto kemudian berusaha menolong Moin. Namun, keduanya justru terbawa arus dan tenggelam. Moin akhirnya ditemukan dan dievakuasi dalam kondisi meninggal dunia, sedangkan Haryanto hingga pencarian hari ketiga masih belum ditemukan.

Tim SAR melakukan penyisiran dengan memperhitungkan dugaan korban terbawa arus dari arah timur menuju barat. “Kami terus berkoordinasi dengan Basarnas, instansi terkait serta para nelayan untuk mendapatkan informasi dan memperluas area pencarian. Kami berharap korban dapat segera ditemukan,” ujar Kompol Hendrik.

Pencarian dihentikan sementara pada Jumat sore karena kondisi cuaca yang kurang mendukung. Angin kencang dan gelombang tinggi membuat tim mengutamakan keselamatan personel. “Apabila kondisi cuaca dan gelombang membahayakan, pencarian harus dihentikan sementara dan akan dilanjutkan ketika kondisi memungkinkan,” jelas Kompol Hendrik.

Pencarian akan dilanjutkan pada Sabtu (19/9) pagi. Kompol Hendrik mengatakan tim akan kembali menyisir sejumlah wilayah perairan yang diperkirakan menjadi jalur terbawanya korban.

Kompol Hendrik juga mengimbau para nelayan untuk memperhatikan kondisi cuaca sebelum melaut dan mempersiapkan perlengkapan keselamatan. “Kami mengimbau para nelayan untuk selalu memperhatikan kondisi cuaca dan mengutamakan keselamatan saat melaut,” ungkapnya.

Selain itu, Kompol Hendrik mengingatkan masyarakat agar segera meminta bantuan kepolisian jika terjadi keadaan darurat. “Jika masyarakat membutuhkan bantuan kepolisian atau mengetahui adanya kejadian yang membutuhkan penanganan segera, silakan menghubungi Call Center Polri 110,” pungkas Kompol Hendrik.(Humas Resta Pati)

(M. Usup Litbang Nas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *