InternasionalNasionalOpiniTNI POLRI

Launching Desa Wisata Krabat Pecinan Semarang, Hidupkan Potensi Heritage dan Kuliner Berbasis Masyarakat

66
×

Launching Desa Wisata Krabat Pecinan Semarang, Hidupkan Potensi Heritage dan Kuliner Berbasis Masyarakat

Sebarkan artikel ini

SEMARANG [SaberPungli.net] Desa Wisata Krabat Pecinan Semarang resmi diluncurkan di kawasan Pasar Wisata Gang Baru, Kelurahan Kranggan, Semarang, Minggu (20/9/2026) malam.

Acara yang dimulai pukul 19.30 WIB tersebut dihadiri berbagai unsur pemerintahan, legislatif, tokoh masyarakat, budayawan, pengurus kelompok sadar wisata (Pokdarwis), serta para tamu undangan.

Hadir dalam kegiatan tersebut Wali Kota Semarang Dr. Agustina Wilujeng Pramestuti, S.S., M.M., Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah H. Endro Dwi Cahyono, S.T., Anggota DPRD Kota Semarang Michael, S.Kom., Trivena Weyatin Soehendro, S.Kom., Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang Indriyasari, S.E., M.A.P., Lurah Kranggan Anggit Noorpratama Adhijaya, S.STP., Ketua LPMK Kelurahan Kranggan Markus Djulipurwanto, serta Ketua Pokdarwis Krabat Pecinan Hengky Hidayat Pranadya.

Turut hadir tokoh budayawan sekaligus penasihat Krabat Pecinan Harjanto Halim dan Ibu Benita, tokoh masyarakat Pecinan Kelurahan Kranggan, serta sejumlah tamu undangan lainnya.

Acara pembukaan berlangsung meriah. Hengky Hidayat Pranadya bersama jajaran pengurus Pokdarwis Krabat Pecinan tampil dalam pertunjukan tarian bergaya gangster yang mengundang gelak tawa para tamu undangan.

Suasana semakin cair ketika Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng melontarkan candaan, “Wah, sangar iki nek ngene, kaya ketua gangster karo anak buahe tenan,” sembari tertawa.

Dalam sambutannya, Ketua Pokdarwis Krabat Pecinan, Hengky Hidayat Pranadya, menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pengurus serta berbagai pihak yang telah mendukung hingga terselenggaranya launching Desa Wisata Krabat Pecinan Semarang.

Hengky mengatakan, Krabat Pecinan memiliki berbagai potensi dan daya tarik wisata yang dapat dikembangkan, khususnya wisata berbasis masyarakat dengan mengusung konsep Community Based Tourism (CBT).
Menurutnya, konsep tersebut diharapkan mampu menggerakkan keterlibatan warga lokal sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.

“Krabat Pecinan memiliki banyak potensi dan daya tarik wisata tersendiri, antara lain wisata berbasis masyarakat dengan mengusung konsep Community Based Tourism untuk menggerakkan warga lokal,” ujar Hengky.

Selain itu, kawasan Pecinan Kranggan juga memiliki kekayaan budaya dan sejarah yang menjadi modal penting dalam pengembangan destinasi wisata. Jejak sejarah, tradisi, serta kehidupan masyarakat Pecinan yang telah berlangsung selama puluhan tahun menjadi bagian dari daya tarik yang ingin diangkat melalui Desa Wisata Krabat Pecinan.

Potensi lain yang tak kalah penting adalah wisata kuliner dan keberadaan berbagai hidden gem di kawasan tersebut. Dengan pendampingan dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang, kawasan ini diharapkan dapat bertransformasi menjadi pusat kuliner khas sekaligus destinasi untuk menjelajahi lorong-lorong autentik Pecinan Kranggan.

“Destinasi wisata berbasis masyarakat ini dikelola oleh Pokdarwis Krabat Pecinan. Dengan dukungan semua pihak, saya yakin Desa Wisata Krabat Pecinan akan semakin maju dan diminati wisatawan, baik lokal maupun mancanegara,” kata Hengky.

Sementara itu, Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng dalam sambutannya menyampaikan bahwa peluncuran Desa Wisata Krabat Pecinan merupakan sesuatu yang langka sekaligus luar biasa.
Menurut Agustina, keberadaan kawasan heritage dan kekayaan kuliner menjadi bagian penting dalam memperkuat daya tarik pariwisata Kota Semarang.

“Ini adalah sesuatu yang langka dan luar biasa karena Krabat Pecinan Kelurahan Kranggan Semarang bisa diresmikan menjadi Desa Wisata. Kota Semarang akan menjadi destinasi wisata yang sangat menyenangkan. Salah satunya heritage dan kulinernya sangat keren,” ujarnya.

Peluncuran Desa Wisata Krabat Pecinan juga menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Semarang dalam mengembangkan potensi wisata berbasis masyarakat. Pengembangan tersebut diharapkan dapat meningkatkan perekonomian warga sekaligus menghidupkan kembali denyut sejarah dan aktivitas masyarakat di kawasan Pecinan yang berada di jantung Kota Semarang.

Agustina juga berpesan kepada Pokdarwis Krabat Pecinan agar terus membangun kreativitas serta memperkuat komunitas-komunitas yang ada di kawasan desa wisata.
Ia berharap berbagai komunitas tersebut dapat membuat Desa Wisata Krabat Pecinan semakin hidup, menyatu dengan masyarakat, serta mampu menjiwai karakter kawasan Pecinan.
“Saya sangat mengapresiasi dan mendukung Krabat Pecinan menjadi desa wisata.
Sesuai namanya, Krabat—Kranggan Hebat—pasti akan semakin maju dan hebat ke depannya,” tutur Agustina.

Rangkaian kegiatan launching kemudian ditutup dengan hiburan dan ramah tamah bersama para tamu undangan.

Dengan menggabungkan potensi sejarah, budaya, kuliner, komunitas, dan keterlibatan masyarakat lokal, Desa Wisata Krabat Pecinan Semarang diharapkan menjadi salah satu destinasi yang memperkuat daya tarik wisata berbasis heritage di Kota Semarang.

(M. Usup Litbang Nas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *