SEMARANG – Laskar Merah Putih Indonesia (LMPI) Markas Daerah (Mada) Jawa Tengah memperkuat konsolidasi internal menjelang agenda Kongres ke-2 MABES LMPI. Konsolidasi tersebut dilakukan melalui pertemuan rutin bulanan yang digelar di kediaman Ketua LMPI Mada Jawa Tengah, Benny Widyantoro, S.H., Jalan Graha Mukti Raya No. 378, Tlogosari Kulon, Kota Semarang, Minggu malam (27/9/2026).
Pertemuan yang dihadiri jajaran pengurus dan anggota LMPI Mada Jawa Tengah itu menjadi forum strategis untuk mempererat komunikasi, menyatukan langkah, sekaligus membahas berbagai agenda organisasi yang akan dihadapi dalam waktu dekat.
Salah satu pembahasan utama adalah kesiapan personel LMPI Mada Jawa Tengah menghadapi Kongres ke-2 MABES LMPI. Pengurus membahas sejumlah hal, mulai dari koordinasi personel, kesiapan organisasi hingga langkah-langkah yang perlu dipersiapkan menjelang pelaksanaan kongres.
Ketua LMPI Mada Jawa Tengah, Benny Widyantoro, S.H., mengatakan pertemuan rutin memiliki arti penting dalam menjaga soliditas organisasi. Menurutnya, kekuatan organisasi tidak hanya bertumpu pada struktur kepengurusan, tetapi juga pada komunikasi, kebersamaan dan koordinasi yang dilakukan secara berkelanjutan.
“Pertemuan rutin ini menjadi ruang bagi kita untuk saling berkomunikasi, menyampaikan aspirasi, sekaligus mempersiapkan agenda-agenda organisasi ke depan,” ujar Benny.
Sementara itu, Ketua Harian LMPI Mada Jawa Tengah, HM Rangkey Margana, S.H., M.H., CLA menegaskan bahwa pihaknya memandang LMPI Mada Jawa Tengah masih memiliki legitimasi sebagai kepengurusan tingkat daerah di Jawa Tengah. Karena itu, setiap rencana penyelenggaraan kongres perlu disikapi secara cermat dengan melihat maksud, tujuan serta dasar pelaksanaannya.
“Kami menyikapi rencana kongres ini dengan melihat terlebih dahulu maksud dan tujuannya. Mada Jateng masih sah sebagai pemegang legitimasi kepengurusan tingkat Jawa Tengah,” kata Rangkey
Rangkey juga menyoroti nomenklatur Kongres ke-2 yang menurutnya perlu diperjelas. Ia menyebut, apabila agenda tersebut digelar dalam kondisi terjadi kevakuman kepengurusan selama lebih dari empat tahun, maka menurut pandangan politik organisasi, forum tersebut semestinya memiliki dasar dan label yang jelas, termasuk kemungkinan menggunakan nomenklatur Kongres Luar Biasa atau Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub).
“Karena menurut politik organisasi, kalau Kongres ke-2 itu dilaksanakan dalam kondisi adanya kevakuman organisasi selama lebih dari empat tahun, maka harus jelas apakah berlabel Kongres Luar Biasa atau Munaslub. Persoalannya adalah apa yang menjadi dasar dan permasalahannya,” ujarnya.
Dalam menghadapi agenda tersebut, Rangkey menegaskan LMPI Mada Jawa Tengah siap melakukan konsolidasi dan mengerahkan jajaran kepengurusan yang dinilai sah, termasuk hingga tingkat Markas Cabang (Marcab) yang berada di berbagai wilayah Jawa Tengah.
“Dalam Kongres Luar Biasa nantinya, Mada Jateng siap mengerahkan kepengurusan yang sah sampai tingkat Markas Cabang yang ada di wilayah Jawa Tengah,” tegasnya.
Selain membahas persiapan menghadapi Kongres ke-2 MABES LMPI, forum tersebut juga membahas perkembangan organisasi, agenda kerja serta berbagai persoalan internal yang dinilai perlu mendapatkan perhatian dan penyelesaian bersama.
Pertemuan berlangsung dalam suasana akrab dan penuh kekeluargaan. Forum tersebut sekaligus menjadi ruang komunikasi antara pengurus dan anggota untuk menjaga soliditas serta memastikan setiap agenda organisasi dapat dipersiapkan secara terarah.
LMPI Mada Jawa Tengah menyatakan akan terus memperkuat komunikasi dan konsolidasi internal dalam menghadapi berbagai agenda organisasi ke depan, termasuk menyikapi rencana Kongres ke-2 MABES LMPI secara tertib, terukur dan sesuai mekanisme organisasi.
(M. Usup Litbang Nas_#BLEDEKS412.)












