Hukum & KriminalKEPOLISIANKPK RINasional

KPK DUGA BUPATI KLATEN MELAKUKAN PENYUAPAN TERKAIT AUDIT BPK, SERTA SUAP PENGADAAN DAN PERIZINAN

44
×

KPK DUGA BUPATI KLATEN MELAKUKAN PENYUAPAN TERKAIT AUDIT BPK, SERTA SUAP PENGADAAN DAN PERIZINAN

Sebarkan artikel ini

KLATEN, SaberPungli.net: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap dugaan keterlibatan Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo dalam tindak pidana penyuapan terhadap oknum Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait proses audit. Hal ini terungkap setelah KPK melaksanakan Operasi Tangkap Tangan (OTT) ke-23 sepanjang tahun 2026 di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, pada Kamis, 15 Oktober 2026.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengonfirmasi adanya dugaan pemberian suap dari Bupati kepada pihak di lingkungan BPK yang berkaitan dengan kegiatan pemeriksaan keuangan daerah.

“Ada dugaan pemberian yang dilakukan oleh Bupati kepada oknum BPK terkait dengan audit,” ujar Budi di Jakarta pada hari yang sama.

Perkara ini tidak hanya terbatas pada dugaan suap terkait audit BPK. Budi menjelaskan bahwa penyidikan juga mencakup dugaan penerimaan suap pada sektor pengadaan barang dan jasa serta pemberian perizinan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Klaten.

“Perkara ini diduga terkait dengan penerimaan yang dilakukan oleh penyelenggara negara berkenaan dengan pengadaan barang dan jasa, perizinan, maupun penerimaan lainnya dari organisasi perangkat daerah,” tambahnya.

Ketua KPK Setyo Budiyanto juga membenarkan pelaksanaan penangkapan terhadap Hamenang Wajar Ismoyo dalam operasi tersebut. Selain Bupati, tim penyidik juga mengamankan sejumlah pihak lain, termasuk Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pelaku usaha/pihak swasta yang diduga terlibat.

KPK mengamankan Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo dalam OTT terkait dugaan suap proyek dan pemberian uang kepada oknum BPK berkaitan dengan audit.

“Benar,” ujar Setyo secara singkat.

Kegiatan tim penyidik KPK sejak pagi hari di wilayah Klaten, termasuk di Rumah Dinas Bupati, sempat menyebar luas di media sosial dan grup percakapan warga. Usai operasi, Hamenang beserta pihak terkait langsung dibawa ke Markas Kepolisian Resor (Mapolres) Klaten untuk menjalani pemeriksaan.

Kasi Humas Polres Klaten AKP Edi Nugroho membenarkan penggunaan fasilitas kantor kepolisian untuk keperluan penyidikan.

“Ada dua ruangan yang digunakan dan sampai dengan saat ini masih digunakan untuk kegiatan dari tim KPK. Dipinjam sejak tadi pagi, lebih kurang pukul 08.15 WIB,” jelas Edi.

Kapolda Jawa Tengah Irjen Roy Hardi Siahaan juga mengonfirmasi kehadiran dan pemeriksaan Bupati Klaten di Mapolres Klaten.

“Ya, menurut informasi dari anggota kami di lapangan, iya Hamenang ikut diperiksa,” kata Roy.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyampaikan keprihatinan atas peristiwa ini, mengingat bertambahnya jumlah kepala daerah di wilayahnya yang terjerat kasus korupsi. Ia tetap menghormati proses hukum yang berjalan.

“Kami sangat menghargai penyidikan yang dilakukan oleh KPK. Kita tunggu hasil penyelidikannya secara resmi,” ujar Luthfi.

Gubernur juga menegaskan roda pemerintahan di Kabupaten Klaten tidak akan terhenti.

“Ada banyak perangkat daerah, Sekretaris Daerah, dan Wakil Bupati. Jika nanti sudah ada penetapan status hukum, sesuai prosedur yang berlaku, ada wakilnya untuk melanjutkan tugas,” pungkasnya.

KPK akan terus mengumumkan perkembangan penyidikan selanjutnya kepada masyarakat. Masyarakat diminta tidak mempercayai informasi yang belum dikonfirmasi secara resmi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *