DaerahInternasionalNasionalOpiniTNI POLRI

Satlantas Polres Demak Edukasi Sopir Ambulans soal Etika dan Keselamatan Berlalu Lintas

13
×

Satlantas Polres Demak Edukasi Sopir Ambulans soal Etika dan Keselamatan Berlalu Lintas

Sebarkan artikel ini

Demak [SaberPungli.net] Keselamatan berlalu lintas tidak hanya menjadi tanggung jawab pengendara kendaraan pribadi. Pengemudi ambulans yang setiap hari menjalankan tugas pelayanan kemanusiaan juga dituntut memahami aturan dan etika berkendara.

Atas dasar itu, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Demak menggelar sosialisasi tertib berlalu lintas kepada pengemudi ambulans dan tenaga kesehatan (nakes) puskesmas se-Kabupaten Demak. Kegiatan yang berlangsung di Hall Orchid Lantai 7 Charlie Hospital Demak, Rabu (4/11/2026), tersebut merupakan bagian dari upaya mendukung Operasi Patuh Candi 2026.

Kepala Urusan Pembinaan dan Operasional (KBO) Satlantas Polres Demak IPTU Djoko Prayitno mengatakan, sosialisasi ini bertujuan meningkatkan pemahaman pengemudi ambulans mengenai pentingnya keselamatan saat menjalankan tugas, terutama ketika membawa pasien dalam kondisi darurat.

“Ambulans memang memiliki tugas khusus dalam pelayanan kemanusiaan. Namun, pengemudinya tetap harus memahami aturan lalu lintas dan mengutamakan keselamatan, baik bagi pasien, dirinya sendiri maupun pengguna jalan lainnya,” kata Djoko.

Menurutnya, kondisi darurat kerap menuntut pengemudi ambulans bergerak cepat. Meski begitu, kecepatan berkendara harus tetap memperhatikan situasi dan kondisi jalan.

“Jangan sampai karena ingin segera membawa pasien ke rumah sakit, pengemudi justru mengabaikan keselamatan. Berkendara harus tetap hati-hati, mampu mengendalikan kendaraan, dan memperhatikan pengguna jalan lainnya,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, personel Satlantas Polres Demak memberikan sejumlah materi, mulai dari etika berlalu lintas, pentingnya keselamatan berkendara, pengendalian emosi, hingga kondisi kesehatan pengemudi.

Peserta juga mendapatkan penjelasan mengenai penggunaan lampu isyarat rotator dan sirene ambulans, termasuk fungsi serta jenis-jenis sirene yang digunakan pada kendaraan pelayanan kesehatan.

Djoko menegaskan, penggunaan sirene dan rotator harus sesuai dengan ketentuan. Perangkat tersebut bukan berarti pengemudi ambulans dapat mengabaikan keselamatan ketika melintas di jalan raya.

“Sirene dan rotator digunakan untuk memberikan tanda kepada pengguna jalan lain bahwa ambulans sedang menjalankan tugas. Namun, pengemudi tetap harus memperhatikan kondisi lalu lintas dan memastikan situasi aman sebelum melintas,” jelasnya.

Selain itu, peserta diberikan pemahaman mengenai fungsi kendaraan ambulans, perbedaan ambulans dengan mobil jenazah, serta contoh kendaraan ambulans yang sesuai maupun tidak sesuai dengan ketentuan.

Materi lainnya membahas faktor-faktor penyebab kecelakaan lalu lintas. Salah satunya berkaitan dengan kondisi fisik dan psikologis pengemudi yang dapat memengaruhi konsentrasi saat berkendara.

“Pengemudi harus memastikan kondisi tubuh dalam keadaan sehat dan prima. Jangan memaksakan diri ketika lelah atau kurang konsentrasi. Kemampuan mengendalikan emosi juga penting, terutama ketika menghadapi situasi darurat,” tambah Djoko.

Melalui kegiatan ini, Satlantas Polres Demak berharap para pengemudi ambulans dapat meningkatkan disiplin dan menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas di lingkungan kerjanya.

“Kami berharap sosialisasi ini tidak hanya menjadi pengetahuan, tetapi benar-benar diterapkan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. Mari bersama-sama mendukung Operasi Patuh Candi 2026 dengan mematuhi aturan lalu lintas dan mengutamakan keselamatan. Sebab, keselamatan di jalan raya merupakan tanggung jawab kita bersama,” tutup Djoko.

(M. Usup Litbang Nas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *