InternasionalNasionalOpiniTNI POLRI

Delapan Kelurahan di Mranggen dan Karangawen Desak Normalisasi Bendung Barang Lewat FGD “Asta Cita untuk Ketahanan Pangan”

20
×

Delapan Kelurahan di Mranggen dan Karangawen Desak Normalisasi Bendung Barang Lewat FGD “Asta Cita untuk Ketahanan Pangan”

Sebarkan artikel ini

​DEMAK [SaberPungli.net] Delapan desa yang tersebar di Kecamatan Mranggen dan Kecamatan Karangawen mendesak Pemerintah Kabupaten Demak, pemerintah provinsi, hingga pemerintah pusat untuk segera melakukan normalisasi Bendung Barang guna mengatasi krisis kekeringan yang kerap melanda wilayah tersebut.

​Desakan ini mengemuka dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Asta Cita untuk Ketahanan Pangan” yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Demak di Balai Desa Sumberejo, Kecamatan Mranggen, Rabu (2/9/2026).

​Camat Mranggen, Yogi Setyawan Widi Nugroho, S.STP, M.M., yang menginisiasi kegiatan tersebut, menegaskan bahwa penanganan kekeringan dan perbaikan irigasi membutuhkan sinergi lintas sektor yang kuat antardesa.

“Masalah kekeringan dan irigasi tidak bisa diselesaikan sendiri-sendiri.

Melalui FGD ini, kita ingin menyatukan langkah antara Pemerintah Kabupaten, Pemerintah Desa, BPD, tokoh masyarakat, dan perwakilan petani untuk bersama-sama mengawal normalisasi Bendung Barang demi terjaminnya pasokan air untuk pertanian kita,” ujar Yogi.

Kegiatan ini mempertemukan perwakilan dari delapan desa dari dua kecamatan, yaitu:
​Kecamatan Mranggen: Desa Banyumeneng, Desa Sumberejo, Desa Kebonbatur, Desa Kangkung, dan Desa Kalitengah.

Kecamatan Karangawen: Desa Wonosekar, Desa Margohayu, dan Desa Teluk.
Juga di hadiri dari DPRD kabupaten Demak
DPRD provinsi Jawa tengah

​FGD ini mengusung misi penguatan ketahanan air, air bersih, dan produktivitas pertanian melalui kerja sama antar-desa.

Forum ini diharapkan mampu merumuskan rencana aksi nyata yang melibatkan pemangku kepentingan tingkat daerah hingga pusat.

Acara strategis ini turut menghadirkan sejumlah unsur penting, di antaranya Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Provinsi Jawa Tengah,

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Demak, Kepala Dinpermades P2KB Kabupaten Demak, serta para Tenaga Pendamping Profesional (TPP) dan unsur desa terkait.

Melalui kolaborasi ini, warga dan pemerintah daerah optimistis ketersediaan air irigasi dapat meningkat, kebutuhan air bersih masyarakat terpenuhi, serta produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani di Kabupaten Demak dapat tercapai secara berkelanjutan.

(M. Usup Litbang Nas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *