Boyolali, 5/8/2026 [SaberPungli.net] Pihak pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bandung Wonosegoro 2 di Kecamatan Wonosegoro, Kabupaten Boyolali, memberikan klarifikasi terkait operasional fasilitas penyedia Makan Bergizi Gratis (MBG) tersebut.
Manajemen menegaskan bahwa seluruh proses produksi hingga pengelolaan lingkungan di lokasi SPPG telah dijalankan secara ketat sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku.
Ketua Yayasan Pondok Pesantren Darussalam Bandung Wonosegoro, Kumaidi, menyampaikan bahwa komitmen terhadap kebersihan dan kenyamanan lingkungan sekitar senantiasa menjadi prioritas utama.
Fasilitas Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang dibangun di lokasi juga dipastikan menggunakan teknologi terkini serta diawasi langsung oleh tenaga ahli di bidangnya untuk memastikan sisa air olahan aman sebelum dialirkan.
“Kami sangat terbuka terhadap pengawasan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH).
Kehadiran petugas untuk mengambil sampel beberapa waktu lalu justru menjadi bagian dari prosedur rutin kami untuk memastikan kualitas lingkungan tetap terjaga baik dan sesuai regulasi,” ujar perwakilan manajemen.
Di sisi lain, keberadaan SPPG Bandung Wonosegoro 2 ini mendapat respons positif dari sebagian besar warga setempat karena memberikan dampak ekonomi yang nyata.
Dengan kapasitas produksi mencapai 2.077 porsi per hari untuk 12 sekolah dan tiga desa, fasilitas ini berhasil menyerap puluhan tenaga kerja lokal, mulai dari tenaga memasak, pengemasan, hingga armada distribusi.
Beberapa warga sekitar yang ditemui juga menyatakan bahwa kondisi lingkungan sekitar relatif normal dan mereka merasa nyaman dengan adanya aktivitas di SPPG.
Selain lingkungan yang tetap terjaga, warga mengapresiasi multiplier effect dari program MBG ini yang secara langsung membuka peluang kerja baru dan menggerakkan roda ekonomi masyarakat di Kecamatan Wonosegoro.
Pihak pengelola berharap masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh isu sepihak dan berkomitmen untuk terus bersinergi dengan instansi teknis serta warga sekitar demi kelancaran program nasional pemenuhan gizi ini.
(M. Usup Litbang Nas)












