InternasionalKEPOLISIANLalu LintasNasionalOpini

Unit Gakkum Sat Lantas Polres Simalungun Tangani Cepat Laka Lantas Maut Di Tanjakan Dolok Panribuan, Tiga Meninggal Dunia — Dua Pelajar Remaja Jadi Korban Arus Balik Lebaran

18
×

Unit Gakkum Sat Lantas Polres Simalungun Tangani Cepat Laka Lantas Maut Di Tanjakan Dolok Panribuan, Tiga Meninggal Dunia — Dua Pelajar Remaja Jadi Korban Arus Balik Lebaran

Sebarkan artikel ini

SIMALUNGUN [SaberPungli.net] Duka mendalam kembali menyelimuti perjalanan arus balik Lebaran 1447 H/2026 M di wilayah Kabupaten Simalungun. Unit Penegakan Hukum (Gakkum) Satuan Lalu Lintas Polres Simalungun dituntut bergerak cepat dan profesional saat kecelakaan lalu lintas maut terjadi di Jalan Umum Alternatif KM. 06-07 jurusan Simpang Palang menuju Simpang Sitahoan, tepatnya di Dusun Talun Sungkit, Nagori Pondok Bulu, Kecamatan Dolok Panribuan, Kabupaten Simalungun, pada Selasa, 24 Maret 2026 sekira pukul 11.30 WIB. Tragedi ini merenggut tiga nyawa sekaligus, termasuk dua pelajar remaja berusia 16 tahun, serta menyebabkan tiga orang lainnya menderita luka ringan.

Saat dikonfirmasi pada Rabu, 25 Maret 2026 sekira pukul 09.20 WIB, Kanit Gakkum Sat Lantas Polres Simalungun IPDA Yancen Hutabarat, S.H., menjelaskan bahwa laporan kecelakaan diterima hanya 15 menit setelah kejadian, yakni pukul 11.45 WIB, dan Unit Gakkum langsung bergerak tanpa penundaan. “Begitu laporan masuk, kami segera berkoordinasi dan bergerak ke TKP untuk melaksanakan penanganan secara cepat, terukur, dan sesuai prosedur yang berlaku,” ujar IPDA Yancen Hutabarat.

Kecelakaan melibatkan dua kendaraan. Pertama, satu unit Truk Mitsubishi Fuso BK-9283-CE yang dikemudikan oleh A.S.L., 49 tahun, wiraswasta asal Kabupaten Humbang Hasundutan. Kedua, satu unit Toyota Kijang Super BM-1796-UL yang dikemudikan oleh S., 61 tahun, wiraswasta asal Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau, yang membawa lima penumpang, yakni J.M., 16 tahun, pelajar; Y.H.P., 16 tahun, pelajar; W., 54 tahun, ibu rumah tangga; S., 65 tahun, petani; serta F.M.N., 12 tahun, pelajar, seluruhnya berasal dari wilayah Provinsi Riau.

IPDA Yancen Hutabarat lebih lanjut mengungkapkan kronologis kejadian berdasarkan hasil olah TKP dan keterangan saksi di lapangan. “Diduga Truk Mitsubishi Fuso melaju dari arah Simpang Palang menuju Simpang Sitahoan dengan kecepatan lambat. Namun saat melewati tanjakan, pengemudi kehilangan kendali sehingga truk mundur dan menghantam Toyota Kijang Super yang berada tepat di belakangnya dari arah yang sama,” ungkap IPDA Yancen Hutabarat.

Akibat benturan keras tersebut, pengemudi Kijang Super S. meninggal dunia di TKP bersama dua penumpangnya, J.M. dan Y.H.P., keduanya pelajar berusia 16 tahun. Ketiga jenazah dibawa ke RSU Djasamen Saragih Pematangsiantar. Sementara W. mengalami luka ringan dan dirujuk dari Puskesmas Tiga Dolok ke RS Vita Insani Pematangsiantar, sedangkan S., 65 tahun, menjalani berobat jalan. Pengemudi truk A.S.L. tidak mengalami luka, namun tidak dapat menunjukkan SIM maupun STNK kepada petugas setelah kejadian — sebuah catatan pelanggaran administratif yang turut menjadi bahan penyelidikan lebih lanjut.

Dari hasil olah TKP, faktor jalan yang menanjak dan berbelok pada jalur alternatif provinsi selebar 7 meter dengan permukaan aspal hotmix menjadi kondisi yang memperparah situasi. Meski cuaca saat kejadian terang dan arus lalu lintas sedang, medan tanjakan yang berat terbukti menjadi faktor kritis yang tidak terantisipasi oleh pengemudi kendaraan berat.

Unit Gakkum Sat Lantas Polres Simalungun Tangani Cepat Laka Lantas Maut Di Tanjakan Dolok Panribuan, Tiga Meninggal Dunia — Dua Pelajar Remaja Jadi Korban Arus Balik Lebaran

“Unit Gakkum telah melaksanakan seluruh langkah penanganan secara lengkap dan prosedural, mulai penerimaan laporan, koordinasi, olah TKP, pengaturan arus lalu lintas, pemotretan, pengamanan barang bukti, pengecekan korban, hingga pelaporan kepada pimpinan. Semuanya dilaksanakan dengan cepat, tuntas, dan profesional,” ucap IPDA Yancen Hutabarat.

Melalui penanganan sigap ini, IPDA Yancen Hutabarat turut menyampaikan imbauan penting kepada seluruh masyarakat. “Kami mengimbau kepada seluruh pengguna jalan untuk senantiasa berhati-hati dalam berkendara, khususnya di jalur-jalur yang menanjak dan berbelok. Mari kita wujudkan bersama semangat Ramadhan Nyaman Bersama, Mudik Nyaman Bersama, dan Lebaran Nyaman Bersama dengan selalu mengutamakan keselamatan dalam setiap perjalanan,” ucapnya menutup keterangan.

Profesionalisme Unit Gakkum Sat Lantas Polres Simalungun dalam menangani tragedi ini membuktikan bahwa Polri selalu hadir, sigap, dan serius melindungi keselamatan masyarakat di setiap kondisi, demi perjalanan arus balik Lebaran 1447 H yang aman dan kondusif bagi semua.

(M. Usup Litbang Nas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *