DaerahInternasionalLalu LintasNasionalOpiniTNI POLRI

Tak Sekadar Sosialisasi, Satgas Operasi Patuh Candi 2026 Sapa Warga dengan Edukasi Humanis di CFD Kota Semarang

40
×

Tak Sekadar Sosialisasi, Satgas Operasi Patuh Candi 2026 Sapa Warga dengan Edukasi Humanis di CFD Kota Semarang

Sebarkan artikel ini

POLDA JATENG – KOTA SEMARANG [SaberPungli.net] Suasana Car Free Day (CFD) di sepanjang Jalan Pahlawan hingga kawasan Simpang Lima Kota Semarang, Minggu (1/11/2026) pagi, dimanfaatkan personel gabungan Satgas Preemtif dan Preventif Operasi Patuh Candi 2026 Polda Jateng untuk mendekatkan diri dengan masyarakat. Di tengah aktivitas warga yang berolahraga dan menikmati suasana akhir pekan, para petugas hadir menyapa, berdialog, sekaligus menyampaikan pesan keselamatan berlalu lintas melalui pendekatan yang humanis dan persuasif.

Salah satu momen keakraban terlihat saat Kasi Cegah dan Tindak Subdit Kamsel Ditlantas Polda Jateng, Kompol Sri Ningsih Iriani, berinteraksi dengan rombongan anak-anak pesepeda dari wilayah Mranggen dan Pedurungan. Dengan suasana santai, ia menyapa dan menanyakan asal rombongan serta jenjang pendidikan mereka yang sebagian masih duduk di bangku sekolah dasar hingga sekolah menengah pertama.

“Selamat pagi, adik-adik. Rombongan dari mana ini? Wah, kalian rombongan sebanyak ini pada janjian, ya?” sapa Kompol Ningsih.

“Iya, Bu, dari Mranggen, Bu,” jawab sejumlah pesepeda. Sebagian lainnya menyebut berasal dari wilayah Pedurungan.

Dalam kesempatan tersebut, Kompol Ningsih mengingatkan anak-anak agar berhati-hati saat menempuh perjalanan pulang. Pasalnya, rute yang mereka lalui merupakan jalan utama dengan arus lalu lintas cukup padat dan kerap dilintasi kendaraan besar seperti bus dan truk.

“Nanti kalau pulang hati-hati ya, karena jalan yang kalian lewati itu jalan utama dan cukup ramai. Banyak bus dan truk juga yang melintas. Kalau naik sepeda, tetap di jalur kiri atau jalur yang sudah disediakan. Kalau mau menyeberang jalan, pastikan kondisi benar-benar aman. Jangan terburu-buru, ya,” pesan Kompol Ningsih.

Tak hanya kepada anak-anak tersebut, pesan keselamatan juga dititipkan untuk disampaikan kepada orang tua dan teman-teman mereka di rumah agar senantiasa tertib berlalu lintas dan mengutamakan keselamatan saat berkendara. Interaksi sederhana tersebut menjadi gambaran bahwa edukasi keselamatan dapat dilakukan melalui komunikasi yang dekat, tanpa harus selalu dalam suasana formal.

Kegiatan tersebut melibatkan personel gabungan dari Satgas Preemtif dan Preventif yang terdiri dari unsur Ditlantas, Sabhara, Binmas, dan Dokkes. Selain memberikan imbauan dan edukasi kamseltibcarlantas, petugas juga menyosialisasikan pelaksanaan Operasi Patuh Candi 2026 melalui pembagian pamflet, brosur, serta masker kepada masyarakat yang berkunjung ke CFD.

Kompol Sri Ningsih menjelaskan, pemilihan CFD sebagai salah satu lokasi sosialisasi memberikan kesempatan bagi petugas untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat dalam suasana yang lebih santai dan penuh keakraban. Melalui pendekatan tersebut, pesan mengenai pentingnya etika berlalu lintas dan kepatuhan terhadap peraturan diharapkan dapat lebih mudah diterima.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin langsung bersentuhan dengan masyarakat untuk menyampaikan pentingnya berlalu lintas dengan baik, beretika, dan mematuhi peraturan. Tujuannya tentu untuk keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya,” jelasnya dihadapan media usai kegiatan.

Ia menambahkan, edukasi dan sosialisasi Operasi Patuh Candi 2026 tidak hanya dilaksanakan di ruang publik seperti CFD, tetapi juga menyasar lingkungan sekolah, perkantoran, pangkalan ojek, serta kelompok masyarakat lainnya. Kegiatan tersebut dilaksanakan secara berkelanjutan selama operasi berlangsung, mulai 26 Oktober hingga 8 November 2026.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Yuliyanto, mengatakan bahwa pendekatan preemtif dan preventif menjadi bagian penting dalam pelaksanaan Operasi Patuh Candi 2026. Menurutnya, upaya membangun budaya tertib berlalu lintas tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tetapi juga perlu didukung edukasi dan komunikasi yang berkelanjutan dengan masyarakat.

“Melalui kegiatan seperti ini, kami ingin menumbuhkan kesadaran bahwa tertib berlalu lintas bukan semata-mata untuk menghindari pelanggaran atau sanksi, tetapi merupakan kebutuhan untuk melindungi keselamatan diri sendiri dan orang lain. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan keselamatan sebagai prioritas setiap kali beraktivitas di jalan raya,” pungkasnya.

(M. Usup Litbang Nas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *