DaerahInternasionalLalu LintasNasionalOpiniTNI POLRI

Sosialisasi Operasi Patuh Candi 2026, Polres Purbalingga Gelar Art Policing

54
×

Sosialisasi Operasi Patuh Candi 2026, Polres Purbalingga Gelar Art Policing

Sebarkan artikel ini

POLRES PURBALINGGA [SaberPungli.net] Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Purbalingga menggelar sosialisasi Operasi Patuh Candi 2026 melalui pendekatan yang unik dan kreatif dengan mengusung konsep Art Policing. Kegiatan ini memadukan edukasi tertib berlalu lintas dengan pelestarian budaya lokal melalui pementasan bertajuk “Wayang Lalu Lintas” di GOR Goentoer Darjono, Purbalingga, Minggu (1/10/2026).

Acara yang dikemas dalam Aksi Simpatik Ops Patuh Candi 2026 bertepatan dengan Hari Wayang Dunia tersebut, berhasil menarik antusiasme tinggi dari masyarakat. Suasana kian meriah tatkala pementasan wayang kulit turut menghadirkan wayang orang tokoh punakawan yang turun langsung untuk menyampaikan pesan-pesan tertib lalu lintas dan keselamatan berkendara.

Tak hanya menyuguhkan hiburan edukatif, kegiatan ini juga diramaikan dengan pembagian hadiah menarik bagi para pengunjung yang tertib dan bisa menunjukkan kelengkapan surat kendaraan. Bagi masyarakat yang Tertib diberikan hadiah berupa helm SNI, jaket serta souvenir.

Suasana semakin semarak ketika hadiah khusus turut diberikan kepada anak-anak. Anak-anak yang berani dan berhasil menjawab berbagai pertanyaan seputar lalu lintas mendapat paket snack dari polisi.

Kaurbinops Satlantas Polres Purbalingga, Iptu Akhmad Faizin, menyatakan bahwa kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka Operasi Patuh Candi 2026. Art Policing dirancang untuk lebih mendekatkan diri dengan masyarakat melalui jalur kebudayaan.

Menurutnya, keterlibatan wayang orang serta pemilihan seni tradisional merupakan langkah strategis agar pesan-pesan keselamatan dapat diterima oleh semua kalangan usia, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.

“Kami ingin menyampaikan pesan-pesan keselamatan berlalu lintas secara humanis dan dekat dengan masyarakat, salah satunya melalui seni tradisional wayang dan penampilan punakawan yang dikemas secara edukatif, kreatif, dan menghibur,” ujar Iptu Akhmad Faizin.

Iptu Akhmad Faizin berharap melalui kegiatan humanis dan memadukan edukasi serta budaya bisa mudah diterima oleh masyarakat. Sehingga mendukung terwujudnya keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas di Kabupaten Purbalingga.

Salah satu warga bernama Septi dari Desa Grecol mengaku senang adanya kegiatan Art Policing. Apalagi ia mendapatkan hadiah berupa helm SNI setelah bisa menjawab pertanyaan dan menunjukkan kelengkapan surat kendaraan.

“Perasaan saya senang, saya dapat hadiah helm setelah bisa menjawab pertanyaan dan menunjukkan kelengkapan surat kendaraan,” ucapnya.

(Humas Polres Purbalingga)

(M. Usup Litbang Nas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *