Ketua DPW PWDPI Mengecam Oknum Brimob yang Melindas Driver Ojol, Berikut Kronologinya

oleh -94 Dilihat
oleh

JAKARTA, SaberPungli.net: Tragedi memilukan menimpa seorang driver ojek online (ojol) bernama Affan Kurniawan (20), yang meninggal dunia setelah terlindas mobil rantis Brimob Polri di kawasan Pejompongan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, pada Kamis (28/8/2025) malam.

Peristiwa ini bermula ketika aparat kepolisian tengah melakukan penghalauan terhadap massa demonstran di sekitar Rumah Susun Bendungan Hilir II, Jakarta Pusat. Dalam situasi yang ricuh, sebuah mobil taktis Brimob terlihat melintas di lokasi dan melindas korban.

Dari rekaman video yang beredar di media sosial, tampak jelas mobil rantis tersebut mengenai tubuh Affan hingga membuat warga di sekitar lokasi berteriak histeris. Tak lama kemudian, korban langsung dievakuasi oleh rekan-rekan ojol ke rumah sakit.

Affan Kurniawan sempat dilarikan ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun, meski telah dilakukan upaya penyelamatan oleh tim dokter, nyawa pemuda asal Jakarta itu tidak dapat diselamatkan.

Kabar meninggalnya Affan sontak menimbulkan kemarahan di kalangan komunitas ojol. Ratusan pengemudi ojol berbondong-bondong mendatangi Markas Komando (Mako) Brimob Polda Metro Jaya di Kwitang, Jakarta Pusat, sebagai bentuk solidaritas terhadap almarhum.

Mereka diterima langsung oleh Kompol Jimmy Yudanindra. Dalam kesempatan itu, Jimmy menyampaikan permohonan maaf atas insiden tragis yang terjadi dan menegaskan bahwa pimpinan kepolisian akan bertanggung jawab penuh.

“Saya mewakili pimpinan memohon maaf apabila itu memang sudah terjadi. Tidak bisa kita hindari. Kami bertanggung jawab, pimpinan kami juga bertanggung jawab,” kata Kompol Jimmy di hadapan ratusan driver ojol.

Pihak kepolisian juga memastikan bahwa insiden ini tengah ditangani oleh Divisi Propam Polri. Pemeriksaan mendalam dilakukan untuk mengungkap kronologi lengkap serta menetapkan pihak yang harus bertanggung jawab secara hukum.

“Saat ini sedang dalam proses pemeriksaan. Pimpinan kami sudah berkoordinasi. Kami sepenuhnya akan bertanggung jawab terhadap korban,” tegas Jimmy menambahkan.

Sementara itu, Ketua DPW Persatuan Wartawan Duta Pena Indonesia (PWDPI) Jawa Tengah, Ari Permono, mengecam keras tindakan oknum Brimob yang mengakibatkan hilangnya nyawa seorang warga sipil. Menurutnya, tindakan tersebut jelas melanggar hak asasi manusia.

“Peristiwa ini tidak boleh dianggap sepele. Kami meminta kepada Presiden dan Kapolri agar menindak tegas oknum Brimob yang menabrak dan melindas driver ojol tersebut. Keadilan harus ditegakkan,” tegas Ari kepada awak media.

Ari menilai bahwa kasus ini bisa menjadi preseden buruk jika tidak ditangani secara serius. Ia menekankan pentingnya penegakan hukum yang adil dan transparan, agar kepercayaan publik terhadap aparat kepolisian tidak semakin merosot.

Kini, kasus kematian Affan Kurniawan masih menjadi sorotan publik. Banyak pihak berharap agar penyelidikan berjalan objektif, serta keluarga korban mendapatkan keadilan dan tanggung jawab penuh dari institusi kepolisian.

#b13deks._M. Usup

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.