Kudus [SaberPungli.net] Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Kabupaten Kudus tidak hanya diisi dengan kegiatan seremonial.
Polres Kudus berkolaborasi dengan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Korda Muria Raya menggelar Lomba Video Kreatif bertema “Kudus Kondusif”, yang menjadi ruang bagi pelajar untuk menyampaikan pesan keamanan dan ketertiban melalui karya visual.
Kompetisi yang dibuka sejak awal bulan Juni 2026 tersebut berhasil menarik antusiasme pelajar dari berbagai sekolah di Kota Kretek.
Sebanyak 23 karya video masuk ke meja dewan juri dan menampilkan beragam isu yang dekat dengan kehidupan generasi muda, mulai dari bahaya judi online, penyebaran hoaks, hingga pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Setelah melalui proses seleksi dan penilaian, panitia menetapkan empat karya terbaik sebagai pemenang.
Penghargaan diserahkan langsung oleh Kapolres Kudus AKBP Heru Dwi Purnomo di Mapolres Kudus dalam rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80. Para pemenang memperebutkan total hadiah senilai Rp10 juta.
Kapolres Kudus AKBP Heru Dwi Purnomo mengapresiasi kolaborasi bersama IJTI Muria Raya yang dinilai mampu menghadirkan edukasi kepada masyarakat melalui pendekatan kreatif.
Menurut Kapolres, seluruh video yang dihasilkan para peserta mengangkat pesan-pesan positif, khususnya mengenai kamtibmas serta pentingnya bijak bermedia sosial di tengah derasnya arus informasi digital.
Apalagi momentum dengan peserta pelajar sekaligus jadi sarana mengajak generasi muda dalam mencegah kenakalan remaja.
“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut dengan ide-ide yang lebih kreatif.
Dunia digital harus diisi dengan konten positif agar masyarakat terhindar dari hoaks maupun informasi yang dapat merugikan orang lain,” ungkap AKBP Heru Dwi Purnomo, Rabu (1/7/2026).
Ketua IJTI Korda Muria Raya, Iwhan Miftahuddin, mengatakan lomba tersebut menjadi bentuk kolaborasi antara insan pers dan kepolisian untuk membangun kesadaran masyarakat melalui media digital.
Menurutnya, kreativitas pelajar mampu menjadi sarana kampanye yang efektif dalam menciptakan situasi daerah yang aman dan kondusif.
“Selama masa pendaftaran ada 23 peserta yang mengirimkan karya terbaiknya dari berbagai sekolah di Kudus,” ucapnya.
Iwhan mengapresiasi semangat para siswa dan berharap video-video ini mampu mengajak masyarakat menjaga kondusivitas daerah.
“Ketika situasi aman, tentu akan berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” imbuhnya.
Sementara itu, Juara pertama lomba, Rico Gustaf Aulia, mengaku tidak menyangka mampu meraih prestasi tersebut.
Dengan mengajak teman-temannya, dia membuat video bertema bahaya judi online yang kini marak menyasar kalangan muda.
“Meski banyak kendala, kami tetap semangat karena ingin menyampaikan pesan agar anak muda menjauhi judi online,” tuturnya.
Peraih juara kedua, M. Falah Akbar, mengangkat tema hoaks berdasarkan pengalaman pribadinya menjadi korban penipuan digital hingga kehilangan akun gim.
Ia berharap masyarakat, khususnya pelajar, lebih berhati-hati sebelum mempercayai informasi yang beredar di media sosial.
(M. Usup Litbang Nas)












