Ekonomi & BisnisHukum & Kebijakan PublikKesehatanNasionalTNI POLRI

Dugaan Keracunan MBG di Cirebon Meluas, Ratusan Anak Terdampak, IGD Rumah Sakit Membludak

49
×

Dugaan Keracunan MBG di Cirebon Meluas, Ratusan Anak Terdampak, IGD Rumah Sakit Membludak

Sebarkan artikel ini

CIREBON, SaberPungli.net: Kasus dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kelurahan Kalijaga, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, Jawa Barat, meluas menjadi insiden yang berdampak pada lebih dari 100 orang. Sejumlah siswa dan guru dilaporkan mengalami gejala mual, muntah, sakit perut, diare hingga sesak napas setelah menyantap makanan MBG pada Selasa (20/10/2026).

Jumlah korban diduga terus bertambah hingga Selasa malam. Sejumlah siswa masih berdatangan ke rumah sakit dengan diantar orang tua masing-masing untuk mendapatkan penanganan medis.

Berdasarkan data sementara yang beredar, sekitar 100 siswa dan guru mengalami gejala yang diduga berkaitan dengan konsumsi makanan tersebut. Namun, jumlah keseluruhan korban masih dapat berubah seiring pendataan dan pemeriksaan medis yang berlangsung.

Korban dilaporkan berasal dari SDN Kalijaga Permai, SDN Taman Kalijaga Permai, TK Teratai, dan TK Bina Bangsa. Dua orang guru juga disebut mengalami kondisi kesehatan yang menurun, salah satunya dikabarkan mengalami sesak napas berat.

Sejumlah orang tua membawa anaknya yang terdampak dugaan keracunan makan bergizi gratis di UGD RS Siloam Putra Bahagia Cirebon pada Selasa (20/10/2026) malam. Tim gabungan dari tim medis, BPBD, PMI, Polri dan TNI juga bersama melakukan penanganan atas insiden ini.

Dugaan keracunan ini menjadi perhatian setelah sejumlah orang tua siswa mengungkapkan keluhan anak-anak mereka mengenai makanan yang dikonsumsi. Salah seorang wali murid, Agus, mengaku anaknya yang masih duduk di taman kanak-kanak menyebut telur puyuh dalam menu MBG terasa asam.

“Saya tanya anak habis makan apa, MBG-nya kenapa, apa yang dimakan? Telur. Telurnya kenapa? Asam,” kata Agus, orang tua siswa TK.

Keluhan tersebut memunculkan dugaan bahwa menu telur puyuh berkaitan dengan insiden yang terjadi. Meski demikian, penyebab pasti dugaan keracunan massal tersebut belum dapat dipastikan dan masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut, termasuk pengujian sampel makanan oleh pihak berwenang.

Berdasarkan infografis yang beredar, dapur penyedia makanan tercatat sebagai SPPG Kota Cirebon Harjamukti Kalijaga 05, yang berada di bawah Yayasan Tri Bakti Pertiwi, dengan Kepala SPPG Andi Rahmat Gea, S.T.

Dapur tersebut dilaporkan memproduksi sebanyak 2.555 porsi MBG pada hari kejadian, terdiri atas 1.581 porsi kecil (PK) dan 974 porsi besar (PB).

Besarnya jumlah produksi tersebut menjadi bagian penting dalam penelusuran distribusi makanan, termasuk sekolah dan kelompok penerima manfaat yang memperoleh hidangan dari dapur tersebut.

Lonjakan pasien terjadi di Rumah Sakit Siloam Putra Bahagia yang berada di Jalan Ciremai Raya, Kota Cirebon. Instalasi Gawat Darurat (IGD) dilaporkan penuh sehingga sebagian pasien harus dirujuk ke fasilitas kesehatan lain.

Rumah sakit yang menjadi tujuan rujukan antara lain RSUD Gunung Jati, RST Ciremai, dan RS Cahaya Bunda.

Di lokasi, terlihat tujuh ambulans bersiaga untuk membantu proses pengantaran dan rujukan pasien. Petugas medis berupaya menangani para korban yang terus berdatangan, sementara orang tua menunggu perkembangan kondisi anak-anak mereka.

“Banyak sekali korban yang diduga keracunan sampai ke lorong-lorong,” kata salah seorang orang tua siswa di IGD.

MENINJAU – Wali Kota Cirebon, Effendi Edo bersama unsur forkopimda meninjau IGD RS Siloam Putra Bahagia Cirebon terkait dugaan kasus keracunan yang menimpa 100 siswa Dari sejumlah sekolah.

Kondisi tersebut menggambarkan besarnya kebutuhan penanganan medis akibat lonjakan pasien dalam waktu relatif singkat. Sejumlah korban dilaporkan mengalami gangguan pencernaan dan kondisi tubuh lemas sehingga membutuhkan pemeriksaan serta perawatan lebih lanjut.

Situasi di sekitar dapur SPPG Kalijaga 05 di Jalan Pramuka Pengalang memanas pada Selasa malam. Sejumlah warga dan orang tua siswa mendatangi lokasi untuk meminta penjelasan terkait insiden yang menimpa anak-anak mereka.

Warga juga mendesak agar operasional dapur dihentikan sementara demi mencegah kejadian serupa terulang sebelum penyebabnya diketahui secara jelas.

Aparat gabungan dari Polres Cirebon Kota dan TNI turun ke lokasi untuk melakukan pengamanan serta menjaga situasi tetap kondusif.

Desakan warga muncul di tengah kekhawatiran mengenai keamanan makanan yang dibagikan kepada para penerima manfaat program MBG. Masyarakat berharap pihak terkait segera memberikan penjelasan secara terbuka mengenai proses pengolahan, penyimpanan, dan pendistribusian makanan.

Menanggapi kejadian tersebut, Wali Kota Cirebon Effendi Edo menyatakan bahwa penanganan pasien menjadi prioritas pemerintah daerah. Para korban mendapatkan perawatan di sejumlah rumah sakit, yakni RSUD Gunung Jati, RS Cahaya Bunda, RS Siloam Putra Bahagia, dan RS Ciremai.

Berdasarkan keterangan yang disampaikan, sebagian pasien telah diperbolehkan pulang setelah kondisinya membaik. Hingga informasi tersebut disampaikan, tidak ada korban yang dilaporkan berada dalam kondisi kritis.

Pemerintah daerah bersama pihak terkait diharapkan terus melakukan pemantauan terhadap kondisi seluruh korban, sekaligus memastikan pendataan berjalan akurat agar tidak ada pasien yang terlewat dari penanganan medis.

Insiden ini juga menyoroti pentingnya pengawasan ketat terhadap standar keamanan pangan dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis. Pemeriksaan bahan baku, proses memasak, penyimpanan, hingga distribusi makanan perlu ditelusuri untuk mengetahui sumber masalah dan mencegah kejadian serupa.

Hingga Selasa malam, jumlah pasti korban dan penyebab dugaan keracunan masih perlu dikonfirmasi melalui pendataan resmi serta hasil pemeriksaan laboratorium. Publik menantikan hasil investigasi untuk memastikan penyebab kejadian sekaligus menentukan langkah evaluasi dan pertanggungjawaban pihak terkait.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *