DaerahHukum & Kebijakan PublikInternasionalKeagamaanNasionalOpiniTNI POLRI

Wagub jateng ramai dihujat imbas penggrebekan polisi di ponpes sukoharjo

47
×

Wagub jateng ramai dihujat imbas penggrebekan polisi di ponpes sukoharjo

Sebarkan artikel ini

SEMARANG [SaberPungli.net] Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Tengah (Jateng) Taj Yasin Maimoen dihujat imbas penggerekan polisi di Pondok Pesantren (Ponpes) Hamalatul Qur’an, Selasa (27/10/2026) silam. Pasalnya Yasin dianggap tidak membela para santriwati yang menjadi korban kekerasan dan kesewenang-wenangan anggota polisi dalam penggerebakan dini hari tersebut.

Diketahui pada Jumat (31/10/2026), Yasin mendampingi Kapolda Jateng Roy Hardi Siahaan memberikan keterangan pers terkait penggerebakan tersebut. Namun alih-alih memberikan empati atas kesukaran yang dialami para santriwati dan ustazah ponpes tersebut, Yasin malah lebih mempersoalkan status ponpes yang belum memiliki legalitas.

“Kami sudah telusuri juga bahwa Ponpes Hamalatul Quran yang berada di Sukoharjo tidak memiliki keterkaitan dengan Pondok Pesantren Hamalatul Quran yang resmi. Diduga tempat tersebut merupakan Rumah Tahfidz Quran (RTQ) mandiri yang belum mengantongi izin operasional,” ucapnya dalam konferensi pers.

Netizen menganggap pernyataan tersebut tidak sensitif terhadap persoalan yang tengah menjadi polemik. Pasalnya meskipun belum berizin, bukan berarti berhak mendapat tindakan kekerasan dan semena-mena dari aparat. Apalagi para santriwati dan ustazah ponpes tersebut tidak terlibat dengan pembakaran warung mi dan babi yang menjadi alasan penggerebekan oleh polisi.

“Beneran ini statementnya karena tidak terdaftar kemenag? Ini ga nyambung. Ini pelanggaran HAM serius loh. Tidak ada pembenaran untuk kedzaliman. Bersatu warga🔥minimal jgn diem aja. Speak loud untuk pelanggaran ini,” tulis akun @putri_andini pada kolom komentar salah satu unggahan akun Instagram Yasin di @tajyasinmz.

“Eling akhirat pak… Jabatan hanya sementara, hidup juga sementara… Anda wakil rakyat tapi tidak bisa bela rakyat… Percuma ilmu anda tinggi… Anda ikut menggiring opini tidak benar.. Saya do’akan Anda diazab sepedih2 nya bersama kapolda si roy siahaan,” tulis akun @delonge724.

“Apakah kalau pondok tidak terdaftar kemenag perlakuannya dengan cara didobrak dan diintimidasi dgn senjata api??? Sesungguhnya Allah Maha Tau…Dan jabatan hanyalah amanah dan akan dimintai pertanggungjawaban. Sekedar mengingatkan…” tulis akun Nugroho E Setiono di akun facebook Yasin.

“Percuma gus. Jarene wis merdeka jebule pesantren wanita digrebeg ditodong senjata ora diwenehi kesempatan nganggo hijab. Urusan ijin urusan administrasi opo yo ngono kuwi carane. Opo bedane karo kelakuane polisi Israel? Gek sing ngono kuwi mbok belani.. Warga Jateng telah melihat wagub sing jarene muslim tapi malah berada di pihak sing dholim marang wong Islam. Opo ora isin njenengan Gus?” tulis akun Adam Gp.

Dalam banyak komentarnya, netizen menyayangkan pernyataan Taj Yasin sebagai kepala daerah Jateng yang mestinya mengayomi masyarakat. Apalagi Yasin merupakan keturunan sosok ulama kharismatik Maimoen Zubair.

(M. Usup Litbang Nas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *