Bakti sosialDaerahInternasionalNasionalOpiniTNI POLRI

GERAKAN TANAM BERSAMA DENGAN METODE PM-AAS (PERTANIAN MODERN – ADVANCED AGRICULTURAL SYSTEM) DI KABUPATEN GROBOGAN

26
×

GERAKAN TANAM BERSAMA DENGAN METODE PM-AAS (PERTANIAN MODERN – ADVANCED AGRICULTURAL SYSTEM) DI KABUPATEN GROBOGAN

Sebarkan artikel ini

Grobogan, 30/9/2026 pukul 08.30 s.d 11.10 WIB [SaberPungli.net] Lahan Sawah Desa Candisari Kecamatan Purwodadi Kabupaten Grobogan, telah dilaksanakan kegiatan Gerakan Tanam Bersama dengan Metode PM-AAS (Pertanian Modern – Advanced Agricultural System) di Kabupaten Grobogan, diselenggarakan oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana, yang akan diikuti ± 200 orang.

1. Hadir dalam kegiatan :
a. Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana, Sudarto
b. Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah diwakili Sekertaris, Himawan
c. Kepala BRMP Jawa Tengah (Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Jawa Tengah), Arif Surahman, S.Pi, M.Sc, Ph.D
d. PLT Direktur Cerelia Jawa Tengah/PJ Swasembada pangan Jawa Tengah, Dr Rahmad,.S.Si,.M.Si
d. Bupati Grobogan diwakili Staf Ahli Bupati Bidang Sosial, Kemasyarakatan dan Sumberdaya Manusia, Kukuh Prasetyo Rusady, S.H., M.M.
e. Dandim 0717/Grobogan diwakili Danramil 01 Purwodadi, Kapten Inf Miftahul Huda
f. Kapolres Grobogan diwakili Kabaglog, AKP Eko Bambang S.H., M.H
h. General Manajer PT Pupuk Indonesia Wilayah Jawa Tengah
i. Kepala Badan Pusat Statistik Kabupaten Grobogan, A’idzin, SE, M.Eng
j. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Grobogan, Wakid Mutowal, S.TP., M.Sc.
k. Danramil 01/Purwodadi diwakili Babinsa Desa Candisari, Serda Lilik
l. Kapolsek Purwodadi, AKP Siswanto,.SH
m. Camat Purwodadi diwakili Kasi Tapem Kecamatan Purwodadi, Moh Abbas
n. CWS Penyuluh Pertanian Provinsi Jawa Tengah,
o. CWS (Co-Working Space) Penyuluh Pertanian Kabupaten Grobogan, Sri Hidayatun
p. Koordinator Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) se Kabupaten Grobogan
q. Kades Candisari beserta perangkatnya
r. Para Petani

2. Susunan Acara :
a. Registrasi Peserta
b. Persiapan Tanam Bersama
c. Gerakan Tanam Padi Bersama dengan Metode PMAAS
d. Menyanyikan Lagu Kebangsaan “Indonesia Raya”
e. Pembacaan Doa
f. Sambutan-sambutan dan penyampaian materi
g. Diskusi
h. Selesai dan Penutupan

3. Sambutan dan Penyampaian Materi Teknologi dan Inovasi PM-AAS: “Mewujudkan Budidaya Padi yang Produktif, Efisien dan Presisi” oleh Kepala BRMP Jawa Tengah antara lain sbb :
a. Kegiatan ini merupakan kerja sama antara pihak terkait dengan Dinas Pertanian Kabupaten Grobogan dalam rangka sosialisasi dan penerapan metode PMAAS sebagai budidaya tanaman padi sesuai arahan Menteri Pertanian.
b. Pada musim tanam hingga bulan Desember ditargetkan penanaman seluas 1.000.000 hektare secara nasional, dengan alokasi sekitar 7.800 hektare di Kabupaten Grobogan dan target tersebut telah tercapai.
c. Benih telah tersalurkan dan selanjutnya dilaksanakan penanaman. Dukungan pembukaan saluran irigasi juga menjadi faktor positif dalam penerapan metode PMAAS.
d. PMAAS merupakan metode budidaya yang mengintegrasikan berbagai teknik pertanian untuk menghemat biaya, mempercepat proses tanam, dan meningkatkan produktivitas.
e. Kondisi cuaca saat ini cukup mendukung pelaksanaan tanam. Apabila memasuki musim penghujan, akan dilakukan penyesuaian atau modifikasi metode sesuai kondisi di lapangan.
f. Program MP3 telah terealisasi sekitar 3.200 hektare, dengan pengajuan ERDKK sebanyak 1.553. Penerapan PMAAS diperkirakan akan meningkatkan kebutuhan penggunaan pupuk sesuai rekomendasi teknis.
g. Metode PMAAS telah diuji coba di 12 provinsi, dengan rata-rata hasil produksi sekitar 10,4 ton per hektare, bahkan pada beberapa lokasi dapat mencapai sekitar 12 ton per hektare.
h. Tujuan utama penerapan metode PMAAS adalah meningkatkan produktivitas, efisiensi usaha tani, serta pendapatan dan kesejahteraan petani.

4. Sambutan dan Penyampaian Materi Kesiapan dan Strategi Implementasi PMAAS Mendukung Percepatan Tanam dan Peningkatan Produktivitas Padi di Kabupaten Grobogan oleh Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Grobogan antara lain sbb :
a. Penerapan sistem tanam benih langsung (Tabela) maupun drum seeder diharapkan dapat mempercepat proses tanam, meningkatkan efisiensi tenaga kerja, dan mengoptimalkan produktivitas padi.
b. Di Kabupaten Grobogan, penyuluh pertanian memiliki wilayah binaan rata-rata 3 sampai dengan 4 desa, sehingga diperlukan optimalisasi pendampingan kepada petani.
c. Melalui kerja keras dan sinergi seluruh penyuluh pertanian, ditargetkan produksi padi tahun depan mencapai 1 juta ton. Selain itu, penanaman kedelai di sela-sela tanaman jagung berpotensi menghasilkan sekitar 400 kg per hektare.
d. Pada tahun 2027, direncanakan pengembangan budidaya kedelai seluas 5.000 hektare sebagai upaya diversifikasi komoditas dan peningkatan produksi pertanian.

5. Sambutan dan Penyampaian Materi Kebijakan dan Strategi Jawa Tengah dalam Akselerasi PM-AAS untuk Peningkatan Produksi Padi oleh Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah antara lain sbb :
a. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah melaksanakan gerakan tanam bersama di berbagai Kabupaten/Kota dengan menerapkan metode PM-AAS sebagai bentuk komitmen dalam mendorong modernisasi pertanian.
b. PM-AAS bukan sekadar metode tanam, melainkan strategi untuk mempercepat masa tanam, meningkatkan produktivitas, serta mengoptimalkan hasil panen melalui pengamatan dan perlakuan teknis yang tepat.
c. Keberhasilan program tersebut membutuhkan kolaborasi antara penyuluh pertanian, petani, petugas POPT, dan seluruh pemangku kepentingan dalam memberikan pendampingan serta penerapan teknologi pertanian.
d. Kami mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama mendorong penerapan PM-AAS guna meningkatkan hasil panen, memperkuat ketahanan pangan, serta mewujudkan kesejahteraan petani di Provinsi Jawa Tengah.

6. Sambutan PLT Direktur Cerelia Jawa Tengah/PJ Swasembada pangan Jawa Tengah intinya sbb :
a. Berdasarkan hasil rapat koordinasi bersama Kepala Dinas Pertanian se-Kabupaten/Kota, telah dirumuskan komitmen bersama untuk mendorong Provinsi Jawa Tengah mencapai peringkat kedua dalam produksi pangan nasional, dengan menetapkan target peningkatan produksi yang mampu bersaing dengan Provinsi Jawa Barat.
b. Berdasarkan rilis BPS tanggal 1 September 2026, diharapkan capaian produksi pertanian Jawa Tengah pada rilis berikutnya tanggal 1 Oktober 2026 dapat terus meningkat.
c. Untuk mengamankan target produksi tahun 2026, perlu dilakukan pengawalan terhadap pertanaman pada akhir Juli, Agustus, dan September agar dapat menghasilkan panen optimal pada Oktober, November, dan Desember. Apabila terdapat kendala kekurangan air, agar segera dikoordinasikan dengan instansi terkait.
d. Pemerintah pusat siap melaksanakan pendampingan dan pengawalan secara maksimal guna memastikan keberhasilan pertanaman dan pencapaian hasil panen sesuai target.

7. Sambutan dan Penyampaian Materi Penguatan Komitmen Kabupaten Grobogan Menuju Pertanian Modern dan Swasembada Pangan Berkelanjutan oleh Bupati Grobogan yang disampaikan Staf ahli Bupati intinya antara lain sbb :
a. Kegiatan ini merupakan Penguatan Komitmen Kabupaten Grobogan Menuju Pertanian Modern dan Swasembada Pangan Berkelanjutan
b. Sektor pertanian merupakan salah satu pilar utama perekonomian Kabupaten Grobogan yang memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan daerah maupun nasional. Oleh karena itu, pembangunan pertanian harus terus ditingkatkan melalui inovasi, pemanfaatan teknologi, serta penguatan sumber daya manusia.
c. Pemerintah Kabupaten Grobogan berkomitmen untuk mendorong transformasi pertanian konvensional menuju pertanian modern yang produktif, efisien, berdaya saing, dan berkelanjutan, melalui penerapan mekanisasi pertanian, penggunaan benih unggul, pemanfaatan teknologi tepat guna, serta pengelolaan lahan dan air secara optimal.
d. Upaya mewujudkan swasembada pangan tidak dapat dilaksanakan oleh pemerintah semata, melainkan membutuhkan sinergi dan komitmen bersama antara pemerintah daerah, TNI, Polri, instansi terkait, kelompok tani, penyuluh pertanian, pelaku usaha, serta seluruh masyarakat.
e. Dalam menghadapi berbagai tantangan sektor pertanian, seperti perubahan iklim, keterbatasan sumber daya air, alih fungsi lahan, dan regenerasi petani, diperlukan langkah strategis melalui pendampingan kepada petani, peningkatan infrastruktur pertanian, penguatan kelembagaan kelompok tani, serta pengembangan sistem pertanian yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.
f. Pemerintah mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus menjaga dan meningkatkan produktivitas pertanian di Kabupaten Grobogan, sekaligus memperkuat ketahanan pangan melalui optimalisasi potensi wilayah, peningkatan kualitas hasil pertanian, serta pengembangan hilirisasi produk pertanian guna meningkatkan kesejahteraan petani.
g. Diharapkan terbangun kesamaan visi, persepsi, dan langkah nyata seluruh pihak dalam mendukung program pertanian modern dan mewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan, sehingga Kabupaten Grobogan dapat terus berkontribusi dalam menjaga ketersediaan pangan dan mendukung ketahanan pangan nasional.
h. kegiatan ini sebagai momentum memperkuat komitmen, kolaborasi, dan kerja nyata dalam memajukan sektor pertanian demi terwujudnya Kabupaten Grobogan yang maju, mandiri, sejahtera, serta berkelanjutan.

8. Selama kegiatan berlangsung aman dan lancar

*II. Pendapat pelapor*
1. kegiatan Gerakan Tanam Bersama dengan Metode PM-AAS tersebut dalam rangka mendukung pelaksanaan Program Strategis Kementerian Pertanian, percepatan peningkatan produksi dan produktivitas pertanian serta memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pelaku utama/pelaku usaha pertanian.
2. Anggota unit Intel memonitor kegiatan dilapangan dan melaporkan ke komando atas.

(M. Usup Litbang Nas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *