InternasionalKeagamaanNasionalOpiniTNI POLRI

Komisi Dakwah MUI Jawa Tengah 2026–2031 Teguhkan Dakwah yang Mencerahkan dan Merangkul

42
×

Komisi Dakwah MUI Jawa Tengah 2026–2031 Teguhkan Dakwah yang Mencerahkan dan Merangkul

Sebarkan artikel ini

SEMARANG [SaberPungli.net] Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Tengah mengukuhkan kepengurusan periode 2026–2031 dalam sebuah agenda yang berlangsung di Gradhika Bhakti Praja, Kompleks Gubernuran Jawa Tengah, Jalan Pahlawan, Semarang, Senin (24/8/2026). Momentum tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat peran ulama dan dai dalam merespons dinamika kehidupan masyarakat yang terus berkembang.

Komisi Dakwah MUI Jawa Tengah periode 2026–2031 diisi sejumlah tokoh dari beragam latar belakang keilmuan dan organisasi. Mereka antara lain Dr. H. Sarjuni, S.Ag., M.Hum., Dr. H. Agus Fathudin Yusuf, MA., Drs. H. Istajib AS, Moh. Yasir Alimi, S.Ag., MA., Ph.D., Dr. H. KRAT. AM. Jumai, SE., MM., Hj. Tazkiyatul Mutmainah, SKM., M.Kes., Dr. H. Fachru Rozi, M.Ag., KH. Mat Rozi, Dr. KH. Saeful Amar, Lc., M.Si., serta Prof. Dr. Agus Waluyo.

Pengukuhan tersebut dihadiri Ketua Umum MUI Pusat KH Anwar Iskandar, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Wakil Gubernur Jawa Tengah Gus Yasin, Sekda Provinsi Jawa Tengah Sumarno, Ketua Dewan Pertimbangan MUI Jawa Tengah KH Dr. Ahmad Daroji, Sekretaris Majelis Pertimbangan MUI Jawa Tengah KH Dr. Tafsir, M.Ag., serta Ketua Umum MUI Jawa Tengah Prof. Dr. Noor Ahmad.

Turut hadir sejumlah tokoh lintas organisasi kemasyarakatan, kalangan profesional, akademisi perguruan tinggi negeri dan swasta, serta sejumlah kepala daerah di Jawa Tengah. Kehadiran berbagai unsur tersebut mencerminkan pentingnya kolaborasi dalam membangun kehidupan keagamaan yang harmonis dan konstruktif di tengah masyarakat.

Komisi Dakwah MUI Jawa Tengah berkomitmen mengembangkan dakwah yang tidak hanya menyampaikan pesan keagamaan, tetapi juga mampu mencerahkan, mencerdaskan, menggerakkan, sekaligus menggembirakan umat. Dakwah yang santun, sejuk, humanis, dan merangkul menjadi pendekatan yang dikedepankan agar nilai-nilai Islam dapat diterima secara luas tanpa kehilangan keteguhan prinsip ajaran.

Dr. H. KRAT. AM. Jumai, yang juga Ketua Lembaga Dakwah Komunitas Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah, menilai dakwah di era sekarang membutuhkan pendekatan yang lebih kontekstual. Menurutnya, kekayaan budaya dan karakter masyarakat harus menjadi bagian penting dalam merumuskan strategi dakwah agar pesan Islam dapat hadir secara dekat dengan kehidupan umat.

Ia juga mendorong penguatan dakwah komunitas lintas batas. Dakwah, menurutnya, tidak semestinya hanya berlangsung di ruang-ruang formal keagamaan, tetapi harus mampu memasuki berbagai ruang kehidupan masyarakat, termasuk kelompok-kelompok yang selama ini belum banyak tersentuh aktivitas dakwah.

“Dakwah harus mampu hadir di berbagai ruang kehidupan, termasuk menjangkau masyarakat di dunia gelap dan gemerlap,” ujar AM Jumai.

Komisi Dakwah MUI Jawa Tengah 2026–2031 Teguhkan Dakwah yang Mencerahkan dan Merangkul

Menurutnya, pendekatan dakwah kepada masyarakat yang beragam membutuhkan cara yang humanis, dialogis, dan tidak menghakimi. Dengan pendekatan tersebut, dakwah diharapkan mampu membuka ruang komunikasi dan menghadirkan Islam sebagai agama yang membawa rahmat, memberikan solusi, serta menghadirkan kegembiraan bagi seluruh lapisan masyarakat.

Komitmen tersebut sekaligus menjadi tantangan bagi Komisi Dakwah MUI Jawa Tengah periode 2026–2031 untuk menghadirkan model dakwah yang adaptif terhadap perubahan zaman. Dakwah tidak hanya dituntut mampu menjawab persoalan keagamaan, tetapi juga ikut memberikan kontribusi terhadap persoalan sosial, kebudayaan, pendidikan, dan kemasyarakatan.

Dengan semangat dakwah yang mencerahkan dan merangkul, MUI Jawa Tengah diharapkan dapat memperkuat peran ulama sebagai penjaga moral sekaligus mitra masyarakat dalam membangun kehidupan yang damai, toleran, berkemajuan, dan berkeadaban.

(M. Usup Litbang Nas_#PUR412.)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *