InternasionalKebudayaanNasionalOpiniTNI POLRI

Gema Salawat Kembali Membubung: Rutinan Manakib Jawahirul Ma’ani Dibuka Perdana Pasca-Lebaran

21
×

Gema Salawat Kembali Membubung: Rutinan Manakib Jawahirul Ma’ani Dibuka Perdana Pasca-Lebaran

Sebarkan artikel ini

DEMAK [SaberPungli.net] Sabtu, 18 April 2026 Setelah sempat libur selama masa Idulfitri, majelis zikir dan selawat bulanan Manakib Jawahirul Ma’ani resmi dibuka kembali. Acara perdana pasca-lebaran ini diselenggarakan dengan khidmat di bawah bimbingan Kyai Sulchan M.P., bertempat di kediaman Bapak Ali Mustofa, Dukuh Kayon, Desa Batursari, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak.

​Kegiatan yang rutin dilaksanakan setiap satu bulan sekali—tepatnya pada Malam Minggu Legi—ini menjadi momentum pelepas rindu bagi para jamaah untuk kembali bersimpuh dalam zikir, tawasul, dan doa bersama.

​Momen Silaturahmi dan Spiritualitas

​Kembalinya rutinan ini disambut antusias oleh ratusan jamaah yang hadir dari berbagai penjuru desa. Selain sebagai sarana meningkatkan spiritualitas melalui pembacaan kitab Manakib Jawahirul Ma’ani, acara ini juga menjadi ajang halalbihalal dan mempererat tali persaudaraan antar-warga setelah merayakan hari kemenangan.

​Dalam sambutannya, tuan rumah Bapak Ali Mustofa menyampaikan rasa syukurnya. “Alhamdulillah, setelah rehat masa lebaran, malam ini kita bisa berkumpul kembali. Semoga istikamah ini membawa keberkahan bagi kampung kita,” ujarnya.

​Detail Kegiatan

​Acara: Rutinan Manakib Jawahirul Ma’ani

​Pemimpin Majelis: Kyai Sulchan M.P.

​Waktu: Sabtu Malam (Malam Minggu Legi), 18 April 2026

Gema Salawat Kembali Membubung: Rutinan Manakib Jawahirul Ma’ani Dibuka Perdana Pasca-Lebaran

​Lokasi: Kediaman Bp. Ali Mustofa, Dukuh Kayon, Batursari, Mranggen

​Agenda: Pembacaan Manakib, Tahlil, Selawat, dan Mauidzah Hasanah.

​Pesan Kyai Sulchan M.P.

​Di penghujung acara, Kyai Sulchan M.P. memberikan penguatan spiritual kepada para jamaah. Beliau menekankan pentingnya menjaga konsistensi ibadah dan zikir meski hiruk-pikuk perayaan lebaran telah usai.

​”Kegiatan manakib ini bukan sekadar tradisi, melainkan sarana kita untuk meneladani kemuliaan Syekh Abdul Qadir Al-Jailani. Melalui rutinan ini, kita berharap hati kembali jernih dan semangat gotong royong serta kerukunan di wilayah Mranggen, khususnya Batursari, tetap terjaga dengan kuat,” tutur Kyai Sulchan M.P.

​Dengan dimulainya kembali kegiatan ini, diharapkan syiar keagamaan di wilayah Kecamatan Mranggen kembali berdenyut kencang dan memberikan dampak positif bagi kedamaian batin serta kerukunan sosial masyarakat sekitar.

(M. Usup Litbang Nas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *