InternasionalKebudayaanNasionalTNI POLRI

Elf PMI Magelang Terguling Saat Pulang Operasi SAR Gunung Slamet

74
×

Elf PMI Magelang Terguling Saat Pulang Operasi SAR Gunung Slamet

Sebarkan artikel ini

MAGELANG [SaberPungli.net] Mobil Isuzu Elf relawan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Magelang mengalami kecelakaan dalam perjalanan pulang usai mengikuti operasi pencarian di kawasan Gunung Slamet, Kabupaten Pemalang.

Relawan mengungkap momen menegangkan saat mobil berjalan tak terkendali hingga terguling di Desa Serayularangan, Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga.

Salah satu penumpang, Sugeng Karyono (60), saat ini menjalani perawatan di RSUD Kota Magelang akibat luka di paha kiri.

Sugeng menyebut para relawan melintasi medan curam hingga mengalami masalah di bagian rem.

“Kebetulan opsar ditutup, kita berangkat dari Basecamp Dipajaya dioper ke Basecamp Bambangan. Sepanjang Jalan Bambangan itu kan curam, turun terus,” kata Sugeng kepada wartawan di ruang Edelweiss 2 nomor 5 RSUD Tidar, Jumat (9/1/2026).

Mungkin mobilnya remnya nggak bekerja dengan maksimal, nyeplos kayak motor beat itu. Ya, Alhamdulillah aja kita jatuhnya sudah di tempat yang agak landai, rata.

Kebetulan di depan tidak ada mobil (melintas),” sambungnya.

Saat rem nyeplos, katanya, tidak ada yang mengetahuinya kecuali sopir.

Sugeng yang duduk di belakang, sempat mengira sopir sengaja mengemudi dengan zig-zag.

Karena sopirnya juga tidak mau bikin panik penumpangnya kalau dia cerita (nyeplos). Remnya blong, bisa kalang kabut dulu sebelum jatuh.

Makanya, sopirnya cuman diam,” kata warga Tempuran, Kabupaten Magelang, itu.

“Saya yang di belakang (duduk paling belakang).

Saya kira buat main sopir kok, kanan, kiri, kanan, kiri. Wow ini buat main-main, iya zigzag,” ujarnya.

Sekitar 50 meter setelahnya, mobil menyenggol material hingga terguling. “Ada (50 meter), zig zag.

Setelah ada tempat mau bangun rumah, ada material, kita (mobil) nyenggol itu baru nguling,” bebernya.

Korban lainnya, Joko Winarno (54) dari relawan PMI mengatakan, begitu mobil terguling, dirinya hanya bisa bereaksi dengan menaikkan tangan untuk melindungi kepala.

Joko dan relawan lainnya sempat di rujuk ke RSUD Purbalingga sebelum dipindah ke RSUD Tidar.

“Pinggul (kiri). Saya pertama (dibawa) ke Puskesmas.

Setelah Puskesmas dirujuk ke RSUD Purbalingga. Kami diantar teman-teman PMI Purbalingga (ke RSUD Tidar),” ujar Joko.

Wali Kota Magelang Damar Prasetyono bersama Wakil Wali Kota Sri Harso membesuk para korban di RSUD Tidar, hari ini.

Damar memastikan pihak Pemkot Magelang akan menanggung biaya pengobatan para korban.

Elf PMI Magelang Terguling Saat Pulang Operasi SAR Gunung Slamet

“Kami berharap ke depan hal-hal seperti ini tidak terjadi lagi. Biaya perawatan (korban) ditanggung pemerintah,” tegasnya.

Terpisah, Ketua PMI Kota Magelang, Suryantoro mengatakan, mobil yang mengalami kecelakaan pengadaan sekitar tahun 2004.

Dengan kecelakaan tersebut sebagai pelajaran untuk lebih berhati-hati terutama dalam membawa personel.

Kendaraan harus betul-betul bisa sip,” ujar Suryantoro.

Sebagaimana diberitakan, mobil Isuzu Elf relawan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Magelang mengalami kecelakaan lalu lintas tunggal di Desa Serayularangan, Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga, kemarin. Insiden terjadi saat rombongan relawan dalam perjalanan pulang usai mengikuti operasi pencarian di kawasan Gunung Slamet, Kabupaten Pemalang.

Kepala Markas PMI Kabupaten Purbalingga, Imam Karseno, mengatakan kecelakaan terjadi Kamis (8/1/2026) pukul 16.45 WIB. Diduga kuat, penyebab kecelakaan karena sistem pengereman kendaraan tidak berfungsi saat melintas di jalur tersebut.

Telah terjadi laka tunggal kendaraan PMI Kota Magelang di Desa Serayu, Kecamatan Mrebet.

Kendaraan itu mengangkut relawan yang baru pulang dari operasi gunung di Gunung Slamet.

Dugaan sementara rem tidak berfungsi,” ujar Imam saat dimintai konfirmasi, Jumat (9/1/2026).

Dalam peristiwa tersebut total terdapat tujuh orang korban.

Tiga di antaranya mengalami luka-luka dan harus mendapat perawatan medis.

Tujuh orang menjadi korban. Empat orang kondisinya relatif aman, sedangkan tiga orang harus dirujuk ke RSUD dr Goeteng Taroenadibrata Purbalingga karena mengalami luka,” jelas Imam.

Sis12

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *