Semarang,SaberPungli.net: Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, melakukan kunjungan ke Semarang untuk meninjau penanganan dugaan keracunan makanan yang dialami ratusan siswa SMK Negeri 6 Semarang.

Dari sekitar 700 siswa penerima makanan, sebagian mengalami mual dan diare, sementara 13 orang sempat menjalani perawatan di rumah sakit dan puskesmas. Berdasarkan pemantauan di lapangan, kondisi para siswa kini berangsur membaik.
Sudaryono menegaskan bahwa kejadian serupa seharusnya tidak terjadi apabila seluruh prosedur operasional standar (SOP) dijalankan dengan benar. BGN bersama Dinas Kesehatan masih melakukan investigasi terhadap sampel makanan melalui uji laboratorium. Dugaan sementara mengarah pada proses memasak yang dilakukan terlalu dini sehingga kualitas makanan menurun sebelum didistribusikan ke sekolah.
Sebagai tindak lanjut, dapur penyedia makanan disuspensi sementara hingga investigasi selesai, sementara pengelola SPPG, mitra, dan pihak terkait diberikan sanksi administratif berupa surat peringatan. Sudaryono juga menegaskan komitmen BGN untuk memperketat pengawasan melalui sistem digital yang memantau seluruh proses pengolahan makanan serta menerapkan kebijakan zero tolerance terhadap keracunan pangan, pelanggaran SOP, korupsi, dan penyalahgunaan anggaran demi menjamin keamanan serta kualitas program makan bergizi.
LitBangHum












