Semarang [SsberPungli.net] Toleransi warga Dusun Thekelan Semarang kembali mencuri perhatian publik setelah aksi kebersamaan lintas agama saat perayaan Natal viral di media sosial.
Momen ini memperlihatkan kuatnya nilai kerukunan antar umat beragama di Kabupaten Semarang.
Peristiwa Dusun Thekelan viral ini terjadi di Desa Batur, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang.
Warga beragama Islam dan Buddha tampak mendatangi Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) El Shaddai untuk menyambut jemaat Kristen yang sedang merayakan Natal.
Dengan tertib, warga berdiri rapi menunggu ibadah selesai.
Setelah itu, mereka saling berjabat tangan dan berpelukan hangat, mencerminkan toleransi antar umat beragama yang telah mengakar kuat di Dusun Thekelan Semarang.
Dalam unggahan akun Instagram @azmi_zami, disebutkan bahwa pada Kamis, 25 Desember 2025 sejak pagi hari warga sudah berkumpul di sekitar gereja.
Suasana penuh haru terlihat ketika umat Muslim dan Buddha memberikan ucapan selamat Natal kepada jemaat Kristen.
Aksi kebersamaan ini bukan pertama kali terjadi. Tradisi toleransi di Dusun Thekelan telah berlangsung turun-temurun dan selalu dilakukan setiap hari besar keagamaan, termasuk saat Waisak dan Idul Fitri.
Pemilik akun menyebut, di Dusun Thekelan Semarang, toleransi bukan sekadar simbol, melainkan sudah menjadi cara hidup masyarakat sehari-hari.

Seluruh aktivitas warga biasanya berhenti saat hari besar agama demi saling menghormati.
Hal ini juga dibenarkan oleh warganet lain yang menegaskan bahwa kegiatan menyambut perayaan agama tetangga adalah rutinitas warga setempat.
Mereka menilai kebersamaan ini sebagai wujud nyata nilai Bhinneka Tunggal Ika.
Unggahan tersebut viral dan telah ditonton lebih dari 1,4 juta kali, disukai lebih dari 149 ribu akun, serta dibanjiri lebih dari 7 ribu komentar bernada positif dari warganet
Banyak netizen memuji sikap warga Dusun Thekelan Semarang yang dinilai mampu menjaga toleransi beragama dengan penuh rasa hormat, kedamaian, dan Ketulusan.
Chriz












