Rapat Koordinasi DPD GRIB Jaya Jateng, Pemantapan AD/ART hingga Evaluasi Pengurus
Demak [SaberPungli.net] 20/12/2025 – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) GRIB Jaya Provinsi Jawa Tengah menggelar rapat koordinasi dan konsolidasi internal di Pendopo Nurul Burhan Arrabbah, Jalan Sultan Hadi No. 20, Mangunjiwan, Kabupaten Demak.
Agenda utama rapat difokuskan pada pemantapan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) serta evaluasi kepengurusan organisasi.
Rapat dipimpin langsung oleh Ketua DPD GRIB Jaya Jawa Tengah, Isroi, SH, MH, MKn, dan dihadiri jajaran pengurus inti, di antaranya Akhmad Salim selaku Bendahara DPD, serta Subandi, SH, MH selaku Kepala Bidang Hukum DPD GRIB Jaya Jawa Tengah.
Dalam forum tersebut, pemantapan AD/ART ditekankan sebagai langkah strategis untuk menyamakan persepsi seluruh pengurus terkait aturan, kewenangan, dan batasan organisasi.
Hal ini dinilai penting guna mencegah penyimpangan peran serta menjaga organisasi tetap berjalan dalam koridor hukum.
Evaluasi kepengurusan juga menjadi poin krusial yang dibahas.

Tidak hanya menyangkut kinerja administratif, evaluasi diarahkan pada sikap, etika, dan tanggung jawab pengurus dalam membawa nama organisasi di tengah masyarakat.
Peran bidang hukum mendapat sorotan tersendiri.
Kehadiran Subandi, SH, MH sebagai Kepala Bidang Hukum dinilai penting dalam memastikan setiap kebijakan dan langkah organisasi tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan serta mampu merespons dinamika hukum yang berkembang di masyarakat.
Secara normatif, rapat koordinasi ini menunjukkan adanya upaya pembenahan internal.
Namun dari perspektif publik, agenda tersebut juga menjadi tolok ukur keseriusan GRIB Jaya Jawa Tengah dalam membangun organisasi yang tertib, akuntabel, dan bertanggung jawab secara sosial.
Masyarakat berharap hasil rapat koordinasi ini tidak berhenti pada kesepakatan internal, melainkan diwujudkan dalam tindakan nyata yang mencerminkan kedewasaan berorganisasi.
Ormas diharapkan hadir sebagai mitra sosial yang menjaga stabilitas dan harmoni, bukan sebaliknya.
Ke depan, keterbukaan informasi mengenai hasil dan tindak lanjut rapat koordinasi akan menjadi indikator utama, agenda ini menjadi momentum pembenahan nyata rutinitas organisasi.
(M. Usup Litbanas)












