Demak [SaberPungli.net] 2 Maret 2026 – Proyek pekerjaan di ruas Jalan Teluk menuju Desa Ngiri yang berada di bawah kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) kembali menjadi sorotan.
Berdasarkan temuan di lapangan, pekerjaan diduga tidak sesuai dengan spesifikasi teknis (spek) sebagaimana tercantum dalam kontrak.
Selain dugaan pemasangan besi tulangan dua lapis yang hanya terealisasi satu lapis, penggunaan material besi juga diduga memiliki kualitas atau diameter yang lebih rendah dari standar teknis yang telah ditentukan.
Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran serius terhadap kekuatan struktur bangunan.
Secara teknis, penggunaan material di bawah standar dapat berdampak pada penurunan daya dukung konstruksi dan berpotensi memicu kerusakan dini.
Jika hal ini benar terjadi, bukan hanya merugikan keuangan negara, tetapi juga membahayakan masyarakat sebagai pengguna infrastruktur tersebut.
Dalam ketentuan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi, penyedia jasa wajib melaksanakan pekerjaan sesuai standar mutu, keamanan, dan keselamatan sebagaimana tertuang dalam kontrak kerja konstruksi.
Ketidaksesuaian spesifikasi dapat berimplikasi pada sanksi administratif hingga pidana apabila terbukti terdapat unsur kelalaian berat atau kesengajaan.
Selain itu, pengelolaan anggaran negara wajib mengacu pada prinsip akuntabilitas sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara.
Apabila terdapat indikasi kerugian negara, maka dapat pula dikaji berdasarkan Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 junto Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001.

Masyarakat mendesak agar pengawas internal BBWS segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap volume dan mutu pekerjaan di lapangan.
Publik juga berharap Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) turun melakukan audit guna memastikan tidak ada penyimpangan spesifikasi maupun potensi kerugian negara.
Sebagai proyek yang dibiayai dari dana rakyat, pekerjaan infrastruktur semestinya dilaksanakan secara profesional, transparan, dan sesuai standar teknis. Masyarakat Desa Ngiri berharap ada tindakan tegas apabila benar ditemukan pelanggaran, agar pembangunan yang dilakukan benar-benar memberikan manfaat jangka panjang dan tidak menjadi proyek yang cepat rusak akibat mutu yang dikorbankan.
(M. Usup Litbang Nas)












