InternasionalKebudayaanNasionalTNI POLRI

GEMPA M4.4 Guncang Yogyakarta, Sesar Opak Penyebabnya,Terpicu Gempa Tadi Pagi?

39
×

GEMPA M4.4 Guncang Yogyakarta, Sesar Opak Penyebabnya,Terpicu Gempa Tadi Pagi?

Sebarkan artikel ini

YOGYAKARTA [SaberPungli.net] Gempa bumi Magnitude 4.4 mengguncang wilayah Yogyakarta dan sekitarnya pada Selasa, 27 Januari 2026 sekitar pukul 13:15:32 WIB. Gempa tersebut berlokasi di koordinat 7.87 LS, 110.49 BT atau sekitar 16 kilometer timur Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, dengan kedalaman 11 kilometer. Guncangan dirasakan cukup jelas oleh warga di sejumlah wilayah DIY dan sekitarnya.

Gempa M4.4 ini diakibatkan oleh Sesar Opak, sebuah sesar aktif yang memang kerap menjadi sumber gempa di wilayah Yogyakarta. Menariknya, gempa tersebut terjadi tidak lama setelah gempa lebih besar berkekuatan M5.7 yang terjadi pada pagi hari. Hal ini memunculkan dugaan bahwa gempa M4.4 siang hari merupakan gempa yang terpicu oleh gempa pagi tadi.

Fenomena saling memicu gempa pada sesar yang berdekatan dikenal dalam seismologi sebagai rambatan gempa. Teori ini memiliki pandangan pro dan kontra di kalangan ilmuwan. Namun, penelitian Belardinelli dkk. (2003) menunjukkan bahwa gempa dapat memicu gempa lain melalui dua mekanisme, yaitu pemicu statis (static triggering) dan pemicu dinamis (dynamic triggering). Pemicu statis terjadi ketika gempa mengubah distribusi tekanan pada sesar di sekitarnya sehingga meningkatkan peluang terjadinya gempa berikutnya.

Sementara itu, pemicu dinamis terjadi ketika gelombang gempa merambat melalui kerak bumi dan memengaruhi sesar lain yang hampir melepaskan energi. Tekanan dinamis ini dapat menyebabkan sesar tersebut melepaskan energi dalam skala lebih kecil secara bertahap. Mekanisme ini pernah diamati pada sejumlah gempa besar dunia, seperti Gempa Aceh 2004 dan Gempa Noto Jepang 2024.

Berdasarkan pemahaman tersebut, muncul dugaan bahwa gempa M5.7 yang terjadi pagi hari menjadi mempercepat proses pelepasan energi sesar Opak dan terjadilah gempa M4.4 di Yogyakarta. Meski demikian, untuk memastikan hubungan keduanya masih diperlukan kajian ilmiah lebih lanjut. Oleh karena itu, masyarakat yang tinggal di sekitar sesar aktif diimbau untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan dan mitigasi bencana guna menghadapi potensi gempa di masa mendatang.

(Sis12)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *