DaerahInternasionalKebudayaanNasionalOpiniTNI POLRI

Kapolres Lhokseumawe Hadiri Festival Geulayang Tunang, Dukung Pelestarian Budaya Aceh

15
×

Kapolres Lhokseumawe Hadiri Festival Geulayang Tunang, Dukung Pelestarian Budaya Aceh

Sebarkan artikel ini

LHOKSEUMAWE [SaberPungli.net] Kapolres Lhokseumawe AKBP Dr. Ahzan, S.H., S.I.K., M.S.M., M.H. menghadiri Festival Geulayang Tunang Piala Danyon B Pelopor yang digelar Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda Aceh dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Korps Brimob Polri Tahun 2026 yang berlangsung di Lapangan Tembak Batalyon B Pelopor, Desa Jeulikat, Kecamatan Blang Mangat, Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh, Minggu (1/11/2026) sore.

Kehadiran Kapolres Lhokseumawe dalam kegiatan tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap upaya pelestarian budaya tradisional Aceh sekaligus mempererat sinergi dan silaturahmi antara Polri, TNI, pemerintah daerah, serta masyarakat.

Festival yang dimulai pukul 16.00 WIB tersebut dibuka langsung oleh Komandan Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda Aceh, Kompol Muzakkir, S.H., didampingi jajaran Pejabat Utama Batalyon B Pelopor. Sejumlah unsur Forkopimda turut hadir, di antaranya Kapolres Lhokseumawe, Pasiops Kodim 0103/Aceh Utara, Pasiops Batalyon Kavaleri 11/Macan Setia Cakti, dan Ketua DPRK Lhokseumawe.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Dr. Ahzan menyambut positif penyelenggaraan festival tersebut sebagai kegiatan yang tidak hanya memeriahkan HUT ke-81 Korps Brimob Polri, tetapi juga menjadi sarana menjaga dan memperkenalkan tradisi Geulayang Tunang kepada generasi muda.

Menurutnya, kegiatan bernuansa budaya seperti ini memiliki nilai positif dalam membangun kedekatan antara Polri dan masyarakat. Selain memperkuat kebersamaan, pelestarian tradisi lokal juga menjadi bagian penting dalam menjaga identitas dan kekayaan budaya Aceh.

Sementara, Komandan Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda Aceh, Kompol Muzakkir, S.H., dalam sambutannya menyampaikan bahwa permainan Geulayang Tunang memiliki filosofi tersendiri yang mengandung nilai seni, teknik, perjuangan, dan kesabaran.

“Geulayang Tunang ini memiliki filosofi. Ada seni dan teknik dalam memainkannya, kapan harus kita tarik dan kapan harus kita ulur. Artinya, memainkan layang-layang ini membutuhkan perjuangan, kesabaran, dan seni tersendiri,” ungkap Danyon B Pelopor.

Menurutnya, filosofi tersebut mengandung makna bahwa setiap perjuangan membutuhkan strategi, ketepatan dalam mengambil keputusan, serta kemampuan membaca situasi. Nilai-nilai tersebut menjadi pelajaran yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Festival Geulayang Tunang Piala Danyon B Pelopor diharapkan dapat menjadi momentum memperkuat semangat pengabdian Korps Brimob Polri sekaligus meningkatkan hubungan harmonis dengan masyarakat melalui kegiatan kebudayaan dan kemasyarakatan.

(M. Usup Litbang Nas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *