DaerahEkonomi & BisnisInternasionalNasionalOpiniTNI POLRI

Ketua IWOI Jakarta: Bangun Kesadaran Kolektif Cinta Lingkungan Lewat Festival Cilung 2026

15
×

Ketua IWOI Jakarta: Bangun Kesadaran Kolektif Cinta Lingkungan Lewat Festival Cilung 2026

Sebarkan artikel ini

JAKARTA, 6/10/2026 [SaberPungli.net] Lingkungan merupakan bagian penting dalam kehidupan manusia yang harus dijaga dan dilestarikan. Tanpa lingkungan yang sehat, kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya akan terganggu. Oleh karenanya, menjaga kelestarian lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga menjadi kewajiban setiap individu warga masyarakat.

Untuk itu diperlukan gerakan bersama membangun kesadaran kolektif menjaga ekosistem dan kebersihan lungkungan. Salah satunya dengan mengadakan even Festival Cinta Lingkungan (Cilung) yang digelar tiap tahun sejak tahun 2024.

Festival ini dilaksanakan oleh Dinas Lingkungan Hidup (LH) DKI Jakarta dengan melibatkan 42 kecamatan. Untuk tahun 2026 ini akan digelar pada 28 Oktober mendatang.

Festival yang identik dengan kreasi daur ulang dari pada petugas Unit Pengelola Sampah (UPS) Badan Air di tiap kecamatan itu, bakal dipamerkan di waduk seluas 33 hektar di Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Terkait festival tersebut, Ketua Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWO Indonesia) Abdul Muis, SE menuturkan bahwa festival Cilung 2026 adalah upaya membangun kesadaran kolektif untuk menjaga dan mencintai lingkungan.

“Dengan membangun kesadaran mencintai lingkungan kita menjaga keseimbangan ekosistem. Terutama pengelolaan sampah yang kreatif dan menciptakan nilai tambah. Misalnya, sampah-sampah plastik tidak hanya menyumbang bagi polusi lingkungan tetapi bisa disulap menjadi sesuatu yang berguna dan bernilai seni kreatifitas,” ujar Muis.

“Pada festival ini sampah rumah tangga berupa botol bekas dimanfaatkan kembali jadi perahu Cilung,” imbuhnya.

Menurut Ketua asosiasi profesi jurnalis DKI Jakarta itu, lewat festival Cilung pesan yang disampaikan adalah kegiatan ini bukan sekadar ajang seremonial, tetapi bagian dari gerakan pelestarian sungai dan waduk sebagai warisan ekologis dan budaya kota.

“Sungai dan waduk adalah bagian dari peradaban Jakarta. Menjaga kebersihannya berarti merawat warisan kota untuk generasi mendatang. Karena itu, kami mengajak seluruh warga untuk tidak membuang sampah sembarangan,” tuturnya.

Sebagai informasi, festival Cilung pertama kali diadakan di Banjir Kanal Timur (BKT), Duren Sawit, Jakarta Timur pada 2024 dan yang kedua di Sungai Ciliwung, tepatnya di kawasan Jalan Inspeksi, MT Haryono, Jakarta Selatan pada tahun 2025 lalu.

(M. Usup Litbang Nas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *