Demak, 3/8/2026 [SaberPungli.net] Sejumlah warga yang mengaku terdampak dugaan pencemaran limbah dari Yayasan Al Chalimi SPPG–MBG Trengguli mengaku kecewa setelah pertemuan yang digelar di balai desa dinilai belum menghasilkan solusi yang diharapkan.
Dalam forum yang dihadiri unsur pemerintah desa, perwakilan yayasan, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta warga terdampak tersebut, masyarakat berharap ada penjelasan sekaligus langkah konkret dari pihak pengelola terkait keluhan yang selama ini disampaikan.
Namun, menurut keterangan sejumlah warga, pertemuan tersebut belum memberikan kepastian mengenai penyelesaian dugaan pencemaran limbah yang mereka khawatirkan berdampak terhadap lingkungan, termasuk aliran sungai dan sumur warga.
“Kami berharap ada solusi nyata, bukan hanya pembahasan.
Sampai pertemuan selesai, kami belum mendapatkan jawaban yang benar-benar memberikan kepastian,” ungkap salah seorang warga yang hadir.
Warga berharap pihak pengelola Yayasan Al Chalimi SPPG–MBG Trengguli segera mengambil langkah nyata untuk menindaklanjuti berbagai keluhan yang telah disampaikan, termasuk melakukan pemeriksaan terhadap dugaan sumber pencemaran serta memberikan penjelasan secara terbuka kepada masyarakat.
Media tetap membuka ruang hak jawab kepada pihak Yayasan Al Chalimi SPPG–MBG Trengguli apabila ingin memberikan klarifikasi atau tanggapan atas keluhan yang disampaikan warga, sebagai bagian dari prinsip pemberitaan yang berimbang.
(M. Usup Litbang Nas)












