InternasionalKeagamaanKebudayaanNasionalOpiniTNI POLRI

SHOLAWAT DAN AIR MATA BAHAGIA: ASYURA BERSAMA ANAK YATIM PIATU KELUARGA BAPAK TEDY – IBU SUNARSIH

33
×

SHOLAWAT DAN AIR MATA BAHAGIA: ASYURA BERSAMA ANAK YATIM PIATU KELUARGA BAPAK TEDY – IBU SUNARSIH

Sebarkan artikel ini

Demak, Minggu sore, 28/6/2026 [SaberPungli.net] Halaman rumah keluarga Bapak Tedy dan Ibu Sunarsih berubah jadi panggung haru.

Puluhan anak yatim piatu berkumpul dalam acara “Asyura Berkah: Mengusap Kasih untuk Yatim Piatu” memperingati 10 Muharram 1448 H.

Acara dibuka dengan lantunan sholawat dan nasyid islami.

Suara merdu para santri mengiringi kedatangan anak-anak, membuat suasana langsung syahdu.

Beberapa anak tampak ikut bersenandung, menepuk tangan mengikuti irama.

Hiburan nasyid ini sengaja dihadirkan agar anak-anak tidak hanya menerima santunan, tapi juga merasakan kebahagiaan dan keceriaan.

“10 Muharram itu hari istimewa, Nabi saja mengajarkan untuk mengusap kepala anak yatim. Kami ingin anak-anak pulang bukan hanya bawa bingkisan, tapi juga bawa senyum,” ujar perwakilan keluarga penyelenggara.

Puncak acara diisi tausiyah oleh Bapak KH. Khambali.

Dengan gaya yang lembut dan menyentuh, beliau mengingatkan keutamaan menyayangi anak yatim.

“Satu senyum anak yatim yang kita bahagiakan hari ini, bisa jadi penolong kita di akhirat nanti,” pesan beliau disambut aamiin khidmat dari para tamu undangan.

Momen paling emosional terjadi saat penyerahan santunan.

SHOLAWAT DAN AIR MATA BAHAGIA: ASYURA BERSAMA ANAK YATIM PIATU KELUARGA BAPAK TEDY – IBU SUNARSIH

Satu per satu anak maju ke depan. Ada yang malu-malu, ada yang langsung memeluk pemberi santunan.

Di sela-sela itu, tim nasyid kembali mengumandangkan sholawat, membuat banyak orang tua asuh dan panitia menahan haru.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan foto kenangan.

Anak-anak pulang dengan membawa bingkisan, uang saku, dan yang paling penting: rasa diperhatikan dan disayangi.

“Kegiatan seperti ini harus terus hidup. Bukan soal nilainya, tapi soal kepedulian. Semoga Allah balas berkali lipat untuk Keluarga Bapak Tedy – Ibu Sunarsih,” kata salah satu warga yang hadir.

Perayaan Asyura kali ini membuktikan, hiburan nasyid dan santunan bisa jalan beriringan. Ada ilmu, ada doa, ada tawa, dan ada air mata bahagia.

(M. Usup Litbang Nas)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *